
Bangli – Kodim 1626/Bangli bersama warga masyarakat Desa Abuan, Kabupaten Bangli, melaksanakan karya bakti pengangkutan material berupa pasir dan kerikil. Kegiatan ini merupakan bagian dari program bedah rumah yang dilaksanakan oleh Desa Abuan untuk membantu salah satu warga yang tidak mampu di wilayah Banjar Abuan Kauh, Desa Abuan, Kecamatan Susut.
Dandim 1626/Bangli, Letkol Kav I Ketut Artha Negara, S.H., M.I.P., menyampaikan bahwa pekerjaan pengangkutan material seperti pasir dan kerikil memiliki resiko cukup tinggi karena dilakukan secara manual. Para pekerja, termasuk anggota Koramil 02/Susut dan anggota Makodim 1626/Bangli, harus naik turun tangga dan menyeberangi jalan raya dalam pelaksanaan tugas ini.
Babinsa menekankan pentingnya konsentrasi dan tenaga ekstra dalam melaksanakan pekerjaan tersebut. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan anggota Kodim 1626/Bangli, tetapi juga melibatkan warga masyarakat Desa Abuan yang berpartisipasi aktif. Kebersamaan dan semangat gotong-royong menjadi kunci keberhasilan dalam menyelesaikan pekerjaan pengangkutan material ini.
“Dengan gotong-royong seperti ini, pekerjaan pengangkutan material dapat dikerjakan dengan waktu yang cukup singkat. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh Kodim 1626/Bangli bersama warga masyarakat sangat memotivasi dalam menyelesaikan tugas ini,” ungkap Dandim.
I Wayan Widnyana, Kepala Desa Abuan, turut menyampaikan rasa terima kasih kepada anggota Kodim 1626/Bangli, yang selalu setia membantu warga dalam setiap kegiatan pembangunan di wilayah Desa Abuan. Keikutsertaan mereka dalam karya bakti menjadi bukti nyata dari kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Kami sangat berterima kasih atas partisipasi aktif dari bapak-bapak TNI yang selalu membantu dalam setiap pekerjaan pembangunan di wilayah desa kami. Kehadiran mereka membawa semangat dan kebersamaan yang tinggi,” ujar I Wayan Widnyana.
Kegiatan karya bakti pengangkutan material ini bukan hanya sebagai upaya pembangunan fisik, tetapi juga sebagai bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan masyarakat. Semangat gotong-royong dan kebersamaan yang tercipta diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lainnya untuk menjalankan kegiatan serupa.