
Bangli – Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional ke-64 tahun 2024 dengan tema “MP-ASI Kaya Protein Hewani Cegah Stunting”, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Cabang Bangli menggelar bhakti sosial di Desa Sukawana Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli, Sabtu (3/2/2024).
Bhakti sosial ini melibatkan Babinsa Desa Sukawana Koramil 1626-04/Kintamani Sertu Dewa Nyoman Alit Adnyana Putra, Kepala Desa Sukawana I Wayan Mister, Kepala Puskesmas Kintamani II Ibu Julia Puji Astuti M. Kes., Ketua PERSAGI Cabang Bangli Pak Made Sukandi beserta anggota 20 orang, Bidan Desa Sukawana Ibu Kadek Apriani, Kader Posyandu Desa Sukawana Ibu Putu Eka, serta ibu dan anak yang menderita stunting sebanyak 11 orang.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bantuan berupa paket MP-ASI kaya protein hewani, susu, dan vitamin kepada ibu dan anak yang menderita stunting, serta memberikan penyuluhan tentang pola makan dan pola asuh yang benar pada anak agar terhindar dari stunting.
Stunting adalah kondisi di mana tinggi badan anak lebih rendah dari standar usianya, yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi, terutama protein hewani, selama masa pertumbuhan. Stunting dapat berdampak buruk pada perkembangan fisik dan mental anak, serta meningkatkan risiko penyakit kronis di kemudian hari.
Menurut data PERSAGI Cabang Bangli, prevalensi stunting di Kabupaten Bangli mencapai 21,7 persen, yang termasuk dalam kategori tinggi. Oleh karena itu, PERSAGI Cabang Bangli berkomitmen untuk terus bergerak dan berkontribusi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting di wilayah ini.
Sertu Dewa Nyoman Alit Adnyana Putra, sebagai Babinsa Desa Sukawana, mengapresiasi kegiatan bhakti sosial yang dilakukan oleh PERSAGI Cabang Bangli. Ia mengatakan, sebagai aparat teritorial, ia siap mendampingi dan mendukung kegiatan-kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan dan gizi.
“Kami berharap, dengan adanya kegiatan ini, masyarakat dapat lebih sadar dan peduli akan pentingnya gizi bagi anak-anak, terutama MP-ASI kaya protein hewani. Kami juga mengimbau kepada orang tua agar selalu memantau pertumbuhan dan perkembangan anak-anaknya, serta mengajaknya untuk berobat ke puskesmas atau posyandu jika ada keluhan atau gejala stunting,” ujarnya.