
Bangli – Dalam rangka menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melaksanakan persembahyangan, Babinsa Desa Batur Tengah, Sertu Wayan Suriadnyana, bersama dengan Bhabinkamtibmas Desa Batur Tengah, Aipda Sang Ketut Ari Paramitha, melaksanakan kegiatan pengamanan piodalan mecaru di Pura Subak Abian Tlemba, Desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, pada hari Sabtu (20/1/2024).
Piodalan mecaru adalah salah satu upacara adat yang dilakukan oleh masyarakat Hindu di Bali untuk membersihkan dan menyucikan diri, lingkungan, dan alam semesta dari segala bentuk pengaruh negatif. Piodalan mecaru juga merupakan bentuk syukur dan permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diberikan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan.
Kegiatan pengamanan ini merupakan salah satu wujud dari pengabdian Babinsa dan Bhabinkamtibmas kepada masyarakat di wilayah binaannya. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan kemanunggalan antara TNI, Polri, dan masyarakat. Dengan adanya pengamanan ini, diharapkan pelaksanaan piodalan mecaru dapat berjalan lancar, tertib, dan hikmat.
Sertu Wayan Suriadnyana mengatakan, dirinya merasa senang dan bangga bisa berpartisipasi dalam kegiatan pengamanan ini, karena menurutnya, ini adalah salah satu tugas dan tanggung jawabnya sebagai Babinsa. “Kami selalu siap membantu dan mengamankan setiap kegiatan masyarakat di wilayah binaan kami, apalagi kegiatan yang berkaitan dengan budaya dan agama,” ujarnya.
Ia juga berharap, kegiatan pengamanan ini bisa meningkatkan kerjasama dan koordinasi antara Babinsa dan Bhabinkamtibmas, serta antara TNI, Polri, dan masyarakat. “Ini juga sebagai bentuk dukungan kami terhadap pelestarian budaya dan agama di Bali, khususnya di wilayah binaan kami,” tutupnya.
Sementara itu, Komandan Kodim 1626/Bangli, Letkol Kav I Ketut Artha Negara, S.H., M.I.P., mengapresiasi kegiatan pengamanan yang dilakukan oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Batur Tengah. Menurutnya, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI dan Polri terhadap masyarakat yang berada di wilayah binaan.
“Kami selalu berupaya untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang sedang melaksanakan persembahyangan, baik di pura maupun di tempat lain. Karena itu, kami menginstruksikan kepada seluruh Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk selalu aktif dan responsif dalam mengamankan setiap kegiatan masyarakat di wilayah binaannya,” jelas Dandim.
Dandim juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya dan agama yang ada di Bali, sebagai warisan leluhur yang harus dihormati dan dilestarikan. “Mari kita jaga keharmonisan dan kerukunan antara sesama, serta menjaga kebersihan lingkungan kita, agar kita bisa hidup damai dan sejahtera,” pungkasnya.