Babinsa Koramil 1626-04/Kintamani Koptu Nyoman Purnawirawan bersama masyarakat bahu-membahu membersihkan pohon tumbang yang menimpa dua unit mobil Avanza dan Isusu Panther karena cuaca ektrim hujan disertai angin kencang tepatnya di Setra/Kuburan Ari-Ari Banjar Bayunggede/Desa Bayunggede, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Minggu (09/02/25).
Pasca terjadinya hujan lebat yang disertai angin kencang mengakibatkan pohon tumbang jenis pohon Aren tersebut hingga menimpa dua unit mobil Avanza dan Isusu Panther.
Selaku Danramil 1626-04/Kintamani Kapten Inf. I Dewa Gede Yudawan mengungkapkan, akibat cuaca ekstrim hingga menyebabkan pohon tumbang dan kejadian tersebut sudah diatasi dengan gotong-royong bersama masyarakat serta dibantu Babinsa setempat.
“Hujan lebat yang disertai angin kencang menyebabkan pohon tumbang,” ujarnya.
Diakui, dengan kejadian tersebut membuat warga terganggu. Oleh karena itu saya perintahkan Babinsa untuk membantu membersihkan pohon tumbang,” jelasnya.
Karenanya pihaknya juga berharap dengan kerja bakti dapat mempererat tali persaudaraan dan hubungan antara TNI dengan rakyat terjalin semakin baik.
“Kami juga imbau warga dengan cuaca yang ekstrim apabila bepergian supaya hati-hati agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, bila perlu kegiatan di luar rumah ditunda dulu,” pungkasnya. (Pendim 1626/Bangli)
Bangli – Sebagai Sarana Kebersamaan bersama warga guna membantu tercapainya kesejahteraan masyarakat dengan melakukan Pembersihan yang bermanfaat bagi kepentingan warga binaan.
Seperti yang dilakukan oleh Babinsa Desa Jehem Koramil 03/Tembuku Kodim 1626/Bangli Sertu Kadek Muliana bersama warga masyarakat melaksanakan kegiatan gotong -royong membersihkan saluran irigasi di Subak Tingkadbatu Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli (09/02/25)
Pada kesempatan tersebut Babinsa mengatakan kegiatan gotong royong ini merupakan salah satu upaya untuk menyukseskan pertanian dan dalam mengoptimalkan sistem irigasi yang ada dengan baik maka harus dilakukan pembersihan saluran Irigasi agat tidak tersumbat sehingga pengairan ke sawah dapat berjalan lancar.
“Tujuan pembersihan saluran irigasi ini untuk menjaga kelancaran aliran air, meningkatkan produksi pertanian, dan menjaga kebersihan lingkungan kegiatan ini dilakukan setiap awal tahun atau saat musim penghujan.” Ungkapnya
“Saluran irigasi merupakan sebagai penyedia bahan baku air pertanian harus terus dijaga kelancarannya, sehingga sektor pertanian mampu menghasilkan hasil panen yang baik untuk mendongkrak kesejahteraan para petani” ujarnya.
“Melalui kegiatan gotong royong seperti ini maka akan mempererat jalinan silaturahmi antar warga serta saling bertukar pikiran sehingga kemanunggalan antara TNI dengan rakyat tetap terjaga”ujarnya
Kegiatan gotong royong tersebut di ikuti oleh Babinsa Desa Jehem, Kelian Subak Tingkadbatu, Masyarakat atau Subak Tingkadbatu yang hadir 25 orang
Secara terpisah Dandim 1626/Bangli Letkol Kav I Ketut Artha Negara,S.H., M.I.P. mengatakan apabila pengairan sawah warga lancar maka hasil panen petani pun dapat maksimal dengan demikian ketahanan pangan di wilayah dapat terwujud dengan sukses.
“Kegiatan gotong royong ini juga menjadi salah satu contoh nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga lingkungan serta mendukung keberlangsungan hidup para petani” Ungkap Dandim (Pendim 1626/Bangli)
Bangli – Perayaan Banyu Pinaruh disambut dengan antusias oleh Umat Hindu di Bali, tak terkecuali oleh Umat Hindu Kodim 1626/Bangli, memanfaatkan perayaan tersebut sebagai simbol untuk membersihkan diri secara rohani dan jasmani. Berdasarkan keyakinan Hindu Banyu Pinaruh sendiri berasal dari kata Banyu berarti air dan Pinaruh artinya pangeweruh atau pengetahuan. Secara filosofi bermakna membersihkan atau menyucikan diri dengan air ilmu pengetahuan, karena memang pikiran yang kotor atau kegelapan hanya bisa dibersihkan dengan pengetahuan suci.
Perayaan ini dilaksanakan sehari setelah Hari Saraswati yang merupakan perayaan turunnya ilmu pengetahuan, tepatnya pada hari Minggu (09/02/25)
Dalam kegiatan Banyu Pinaruh ini bertujuan untuk membersihkan diri dari segala kegelapan dan fikirin yg negatif sehingga dg pelaksaanaa banyupinaruh ini dapat mengurangi hal hal yg beraroma negatif
“Harapannya kegelapan pikiran yang berada pada tubuh kita bisa hilang dan bisa mendapatkan jalan terbaik mengarungi kehidupan duniawi,
Dalam pelaksanaan perayaan hari Banyu pinaruh Komandan Kodim 1626/Bangli Letkol Kav I Ketut Artha Negara S.H., M.I.P., memerintahkan anggota Babinsa di jajaran yg wilayahnya terdapat obyek spiritual untuk pelaksanaan banyupinaruh untuk bersinergi dengan aparat terkait melaksanakan pemantauan dan pengamanan kepada masyarakay yg akan melaksanakan persembahyangan/melukat banyu pinaruh, seperti halnya yang dilaksanakan oleh Babinsa desa Abuan Sertu I Dewa Gede Mertawan terlihat sedang memantau dan mengamankan jalannya kegiatan Banyu pinaru di Pura Taman Pecampuhan Sala.
Sementara itu Dandim 1626/Bangli Letkol Kav I Ketut Artha Negara S.H., M.I.P., Mengatensi terhadap kegiatan hari raya Umat Hindu. perayaan Banyu Pinaruh bagi Umat Hindu merupakan kegiatan ritual yang bertujuan untuk membersihkan diri. Dengan pelaksanaan Banyu Pinaruh ini diharapakan Umat Hindu termasuk warga Kodim 1626/Bangli dapat membersihkan segala pikiran yang bersifat negatif dan memunculkan pikiran atau energi positif dalam pelaksanaan tugas sehari-hari”, Pungkas Dandim (Pendim 1626/Bangli)
Bangli – Dalam rangka menjaga ketertiban dan kelancaran pelaksanaan upacara keagamaan, Babinsa Kelurahan Bebalang, Koramil 01/Bangli, Kodim 1626/Bangli, Kopda I Nengah Sudarma, melaksanakan monitoring kegiatan Banyu Pinaruh yang dilakukan oleh umat Hindu di Obyek Wisata Spritual Tirta Sudamala Banjar Adat Sedit, Kelurahan Bebalang, Kecamatan Bangli. Minggu (09/02/25).
Banyu Pinaruh merupakan upacara pembersihan diri yang dilaksanakan sehari setelah Hari Raya Saraswati. Tradisi ini memiliki makna mendalam bagi umat Hindu, yaitu sebagai simbol penyucian diri secara jasmani dan rohani dengan menggunakan air suci. Masyarakat biasanya melakukan ritual ini di pantai, sungai, atau mata air suci dengan harapan mendapatkan berkah, kejernihan pikiran, dan kesejahteraan dalam kehidupan.
Dalam pelaksanaan monitoring, Babinsa, Kopda I Nengah Sudarma memastikan bahwa prosesi upacara berlangsung tertib, aman, dan lancar. Kehadirannya juga bertujuan untuk memberikan rasa aman serta mendukung kelestarian budaya dan adat istiadat masyarakat. “Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan dukungan kami terhadap tradisi serta nilai-nilai keagamaan yang dijalankan oleh masyarakat. Kami memastikan jalannya upacara berlangsung dengan tertib serta tetap memperhatikan aspek keamanan,” ujar Kopda I Nengah Sudarma.
Lebih lanjut dikatakan, kehadiran Babinsa dalam kegiatan keagamaan seperti Banyu Pinaruh juga menjadi salah satu bentuk sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga harmoni sosial serta melestarikan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun. “Kami selalu siap hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam hal keamanan, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Dengan adanya pengawasan ini, kami berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan khusyuk,” tambahnya.
Selain itu, Kopda I Nengah Sudarma juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan setelah melaksanakan ritual Banyu Pinaruh, terutama di area pantai, sungai, dan sumber mata air yang digunakan. “Melestarikan budaya bukan hanya tentang menjalankan tradisi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan agar generasi mendatang tetap bisa merasakan manfaatnya,” pungkasnya.
Di tempat terpisah, Komandan Kodim 1626/Bangli, Letkol Kav. I Ketut Artha Negara, S.H., M.I.P., menyampaikan apresiasinya terhadap keterlibatan Babinsa dalam mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan masyarakat, termasuk dalam upacara Banyu Pinaruh. “Kehadiran Babinsa dalam kegiatan ini merupakan bagian dari tugas mereka untuk selalu berada di tengah masyarakat, memberikan rasa aman, serta memastikan setiap prosesi adat dan keagamaan berjalan dengan tertib dan lancar. Ini adalah wujud nyata dari komitmen TNI dalam mendukung dan menjaga kelestarian budaya serta kearifan lokal,” ujar Dandim.
Lebih lanjut, Dandim menekankan bahwa keterlibatan aparat dalam kegiatan sosial dan keagamaan juga bertujuan untuk memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat. Menurutnya, keamanan dan ketertiban bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga perlu dukungan dari seluruh elemen masyarakat. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keharmonisan, saling menghormati antarumat beragama, serta melestarikan nilai-nilai budaya yang menjadi warisan leluhur kita,” tambahnya.
Dengan adanya pengamanan dan monitoring dari jajaran TNI, diharapkan pelaksanaan tradisi Banyu Pinaruh dapat terus berlangsung dengan aman, khidmat, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual serta kebersamaan di tengah masyarakat,” pungkas Dandim.
Masyarakat yang hadir dalam prosesi ini menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Babinsa. Dengan adanya pengawasan dari aparat, mereka dapat melaksanakan ritual dengan lebih khidmat dan nyaman. “Dengan terselenggaranya Banyu Pinaruh secara aman dan tertib, diharapkan tradisi ini tetap terjaga sebagai bagian dari warisan budaya dan spiritual umat Hindu di Bali,” ujar salah satu warga. (Pendim 1626/Bangli)
Bangli – Dalam rangka perayaan Hari Saraswati, Babinsa Kelurahan Cempaga, Koramil 01/Bangli, Kodim 1626/Bangli, Sertu Nengah Artawan, bersama Bhabinkamtibmas Cempaga, Lurah Cempaga, staf kelurahan, serta kepala lingkungan se-Kelurahan Cempaga melaksanakan persembahyangan di Padmasana Kantor Kelurahan Cempaga, Kecamatan Bangli. Sabtu (08/02/25).
Hari Saraswati merupakan hari suci yang diperingati oleh umat Hindu sebagai bentuk penghormatan kepada Dewi Saraswati, yang diyakini sebagai dewi ilmu pengetahuan, kebijaksanaan, dan seni. Piodalan yang bertepatan dengan Hari Saraswati ini menjadi momentum bagi para aparatur kelurahan dan masyarakat untuk memanjatkan doa, memohon berkah, serta meningkatkan spiritualitas dalam menjalankan tugas dan pengabdian.
Lurah Cempaga, Ida Idewa Anom Sudarta dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kebersamaan serta sinergi antara pemerintah kelurahan, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal. “Kami berharap dengan adanya kegiatan ini, kebersamaan dan keharmonisan di lingkungan Kelurahan Cempaga semakin erat, serta mendapat berkah dalam menjalankan tugas dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Lurah Cempaga.
Dalam kesempatan itu, Babinsa Kelurahan Cempaga, Sertu Nengah Artawan, juga menyampaikan bahwa selain sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi keagamaan, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk mempererat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat. “Kami selalu berupaya untuk hadir dalam setiap kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat, karena kedekatan serta kebersamaan dengan warga merupakan hal yang penting dalam menjaga stabilitas dan keamanan di lingkungan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Babinsa mengatakan bahwa peran serta semua pihak dalam menjaga keharmonisan dan keamanan sangatlah penting. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kerukunan, terutama dalam menjalankan kegiatan keagamaan seperti ini. Dengan kebersamaan, kita bisa menciptakan lingkungan yang aman, tenteram, dan penuh toleransi,” tambahnya.
Di tempat terpisah, Komandan Kodim 1626/Bangli, Letkol Kav. I Ketut Artha Negara, S.H., M.I.P., mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Babinsa dan masyarakat di Kelurahan Cempaga. Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini tidak hanya memperkuat nilai-nilai spiritual, tetapi juga memperkokoh sinergi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga persatuan serta keamanan wilayah. “Kegiatan persembahyangan yang dilakukan Babinsa bersama masyarakat menunjukkan kedekatan serta kepedulian TNI terhadap kehidupan sosial dan keagamaan warga. Ini adalah bentuk nyata dari komitmen kami dalam mendukung keharmonisan dan ketentraman di masyarakat,” ujar Dandim.
Dandim juga mengingatkan bahwa kebersamaan dan gotong royong adalah kunci utama dalam membangun lingkungan yang damai dan sejahtera. “Dengan semangat Hari Saraswati, mari kita jadikan ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan sebagai landasan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Semoga hubungan baik antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat terus terjaga demi kemajuan bersama,” pungkasnya.
Kegiatan persembahyangan ini berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa syukur. Semua peserta yang hadir mengikuti prosesi dengan tertib, menjadikan acara ini sebagai bentuk penguatan spiritualitas sekaligus ajang refleksi dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan semangat Hari Saraswati, diharapkan seluruh aparatur pemerintahan dan masyarakat semakin termotivasi dalam menuntut ilmu, mengamalkan kebijaksanaan, serta menjaga keharmonisan sosial demi kemajuan Kelurahan Cempaga. (Pendim 1626/Bangli)
Bangli – Umat Hindu Koramil 1626-02/Susut Kodim 1626/ Bangli melaksanakan persembahyang Hari Suci Saraswati dan Odalan di Pura Padmasana Koramil 1626-02/Susut, Sabtu (08/02/25).
Kegiatan persembahyangan tersebut bertujuan untuk meningkatkan srada bhakti Umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta alam semesta dalam manifestasi Beliau sebagai Dewi Saraswati yang merupakan simbol atau Dewinya dari ilmu pengetahuan yang diturunkan ke bumi untuk tujuan kesejahteraan umat manusia.
Danramil 1626-02/Susut Lettu Inf I Ketut Juniarta menyampaikan Hari Raya Saraswati diperingati setiap enam bulan sekali atau dalam perhitungan Kalender Bali setiap 210 hari tepatnya pada hari Saniscara Umanis wuku Watugunung.
“Hari Raya Saraswati bagi Umat Hindu merupakan salah satu hari yang penting sebagai simbol turunnya ilmu pengetahuan suci kepada umat manusia untuk kemakmuran, kemajuan, perdamaian, dan meningkatkan keberadaban umat manusia”, ungkap Lettu Juniarta”
Dijelaskannya, rangkaian persembahyangan Hari Suci Saraswati di Pura Koramil diawali dengan Puja Tri Sandya, kramaning sembah serta nunas tirte dan kekuluh bersama. Persembahyangan dipuput oleh Pinandita atau Pemangku Kodim 1626/Bangli Jro Mangku Wayan Wirtia.
Komandan Kodim 1626/Bangli Letkol Kav I Ketut Artha Negara S.H., M.I.P. menyampaikan ucapan selamat menuaikan ibadah atau persembahyang Hari Saraswati kepada Umat Hindu Koramil 1626-02/Susut Kodim 1626/Bangli. Semoga dengan memperingati turunnya ilmu pengetahuan kita bisa lebih bijaksana dalam menjalan kewajiban atau swadarma dalam kehidupan beragama termasuk darma negara sebagai abdi bangsa yang mempunyai tugas pokok dalam hal pertahanan dan keamanan negara. (Pendim 1626/Bangli)
Bangli – Guna mendukung kelancaran kegiatan upacara melasti warga binaan Babinsa Desa Tembuku Koramil 03/Tembuku Kodim 1626/Bangli Serda Sang Komang Teg Redana melaksanakan pengawalan dan pengamanan upacara melasti dalam rangka Dudonan karya Mamungkah, Panca Kelud, Melaspas Lan Ngenteg linggih Merajan Agung Puri Kaleran Desa Tembuku ke Pura Watuklotok Kabupaten Klungkung. sabtu (08/02/25)
Pada Kesempatan tersebut Babinsa mengatakan kegiatan Pengawalan dan pengamanan upacara melasti ini dilaksanakan bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Pecalang bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, aman dan lancar.
“Kegiatan upacara melasti ini merupakan sebuah ritual pengambilan tirta suci di tengah sumber mata air yang memiliki makna sebagai pembersihan alam semesta, termasuk bumi pertiwi beserta seluruh isinya” tambahnya
Di tempat terpisah, Dandim 1626/Bangli, Letkol Kav I Ketut Artha Negara, S.H., M.I.P, mengatakan bahwa menjaga stabilitas keamanan di desa binaan merupakan tugas penting Babinsa, salah satu cara melakukannya adalah dengan aktif terlibat dalam kegiatan masyarakat, terutama kegiatan adat atau keagamaan.
“Babinsa harus selalu hadir di setiap kegiatan di wilayah binaan sehingga masyarakat binaan dapat merasakan manfaat dari kehadiran Babinsa karena Babinsa merupakan ujung tombak TNI di wilayah desa dan memiliki peran strategis dalam menjaga kondusifitas wilayah” Ujar Dandim (Pendim 1626/Bangli)
Kodim 1626/Bangli merupakan satuan kewilayahan yang berada dibawah komando Korem 163/Wira Satya. Kodim 1626/Bangli memiliki wilayah teritorial yang meliputi Kabupaten Bangli. Markas Kodim 1626/Bangli berada di Jalan Brigjen Ngurah Rai, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli.