Bangli – Babinsa Koramil 1626-02/Susut Serka Ketut Rediada menghadiri acara Bulan Bahasa Bali, Kegiatan dibuka secara resmi oleh Majelis Madya Alitan Kecamatan Susut I Wayan Wiraduta bertempat di Wantilan Banjar Adat Apuan Desa Apuan, Kamis (13/02/25).
Hadir dalam kegiatan Majelis Alitan Desa Adat Kecamatan Susut, Kepala desa Apuan, ,Ketua BPD desa Apuan, Babinsa desa Apuan, Bhabinkamtibmas desa Apuan, Jro Bendesa Apuan,Prejuru saba kerta desa Adat Apuan, Kepala Kewilayahan Apuan Kaja dan Apuan Kelod,Paiketan isteri desa Adat Apuan, Jeromangku desa Adat Apuan,Team Juri sekaligus pendamping Agama,peserta lomba ± 20 orang.
Dalam kesempatan tersebut Majelis Madya Alitan Kecamatan Susu menyampaikan didalam lomba Bulan Bahasa Bali tersebut dilaksanakan dengan harapan menjaga dan melestarikan Budaya Nusantara khususnya di Kecamatan yang berada di Kabupaten Bangli. Dan di evaluasi bagi siapa pemenang dari lomba tersebut dan akan diumumkan penyerahan hadiah bagi pemenang,’’ ucapnya.
Letnan Kolonel Kav I Ketut Artha Negara S.H., M.I.P., melalui Babinsa Serka Rediada berharap dengan adanya Bulan Bahasa Bali dirinya berharap bisa membangkitkan minat anak muda terhadap bahasa, aksara, dan sastra Bali dengan harapan anak muda menggunakan bahasa Bali dalam percakapan sehari-hari, di Rumah, acara Adat dan Agama serta berdialog dengan semeton Bali dan Jangan malu berbahasa Bali meski menguasai bahasa asing dan selalu menjaga budaya dan adat istiadat yang ada di Bali,’’ ujarnya. (Pendim 1626/Bangli)
Bangli – Dalam upaya melestarikan dan mengembangkan bahasa, aksara, serta sastra Bali, Pemerintah Desa Landih bekerja sama dengan Desa Adat Langkan menggelar peringatan Bulan Bahasa Bali ke-VII Tahun 2025 yang mengusung tema “Jagat Kerthi – Jagra Hita Samasta”, yang berarti menjaga kesucian dan keseimbangan dunia dengan kesadaran demi kebaikan seluruh makhluk. Acara berlangsung di Lapangan Voli Bulan Palapa, Desa Landih, Kecamatan/Kabupaten Bangli. Kamis (13/02/25).
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Bali No. 7 Tahun 2024, yang menegaskan pentingnya pelestarian budaya Bali. Acara ini dihadiri oleh sekitar 200 peserta dan undangan, termasuk berbagai unsur pemerintahan, tokoh adat, dan masyarakat setempat.
Tampak hadir dalam kegiatan ini, Camat Bangli yang diwakili Kasi Tantrib, I Wayan Mirsawan, MDA Kecamatan Bangli, I Gusti Made Oka, Perbekel Desa Landih, Ketua BPD, Ketua LPM, Bendesa se-Desa Landih, Peduluhan dan Prajuru Desa Adat se-Desa Landih, Babinsa Desa Landih, dan Bhabinkamtibmas Desa Landih, Sekdes Desa Landih beserta staf, Kelian Banjar Dinas dan Kelian Banjar Adat se-Desa Landih, Ketua PKK beserta anggota se-Desa Landih, Para juri dari Penyuluh Bahasa Bali Kecamatan Bangli, Peserta lomba dan tamu undangan lainnya.
Kegiatan ini menampilkan berbagai perlombaan dan diskusi yang bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya bahasa dan sastra Bali dalam kehidupan sehari-hari. Perbekel Desa Landih, I Wayan Suarta menyampaikan bahwa kegiatan Bulan Bahasa Bali ke-VII Tahun 2025 merupakan wujud nyata dari komitmen masyarakat dalam menjaga kelestarian bahasa, aksara, dan sastra Bali. “Sebagai bagian dari identitas budaya kita, bahasa Bali harus terus dijaga dan dikembangkan. Kegiatan ini bukan hanya sekadar peringatan, tetapi juga momentum untuk menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda agar mereka tetap bangga menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Perbekel Desa Landih.
Beliau juga menekankan bahwa Pemerintah Desa Landih berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada pelestarian budaya. Sinergi antara pemerintah desa, desa adat, dan masyarakat sangat diperlukan agar warisan leluhur ini tetap lestari. “Kami berharap melalui kegiatan ini, semangat untuk melestarikan budaya Bali semakin tumbuh di hati masyarakat, khususnya generasi muda. Mari bersama-sama menjaga warisan budaya kita demi masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan Bulan Bahasa Bali tidak hanya menjadi acara tahunan, tetapi juga bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat dalam mempertahankan budaya dan identitas Bali,” tutupnya.
Dalam kesempatan itu, Babinsa Desa Landih, Serma I Komang Juni Suantara, menegaskan bahwa keberlangsungan budaya Bali sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat dalam kegiatan seperti ini.
Lebih lanjut, Serma I Komang Juni Suantara menyampaikan bahwa kegiatan seperti Bulan Bahasa Bali bukan sekadar seremonial, tetapi memiliki makna mendalam dalam menjaga identitas budaya di tengah arus modernisasi. “Melestarikan bahasa, aksara, dan sastra Bali adalah tanggung jawab kita bersama. Generasi muda harus terus didorong untuk mencintai dan menggunakan bahasa Bali dalam kehidupan sehari-hari agar tidak tergerus oleh zaman. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam menjaga warisan budaya kita,” ujarnya.
Babinsa juga mengapresiasi antusiasme masyarakat dan para peserta yang turut berpartisipasi dalam perlombaan serta diskusi budaya. Menurutnya, dengan adanya sinergi antara pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat, upaya pelestarian budaya Bali dapat semakin kuat dan berkelanjutan.
Selain itu, ia menambahkan bahwa TNI dan Polri akan terus mendukung berbagai kegiatan yang berorientasi pada pelestarian budaya dan pembangunan karakter generasi muda, karena hal ini sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan dan kecintaan terhadap budaya lokal,” ungkapnya.
Di tempat terpisah, Komandan Kodim 1626/Bangli, Letkol Kav. I Ketut Artha Negara, S.H., M.I.P., menyampaikan apresiasinya terhadap terselenggaranya Bulan Bahasa Bali ke-VII Tahun 2025 di Desa Landih. “Pelestarian bahasa dan budaya daerah merupakan bagian penting dalam menjaga jati diri bangsa. Kami dari Kodim 1626/Bangli sangat mendukung kegiatan seperti ini, karena sejalan dengan upaya membangun karakter dan rasa cinta terhadap budaya sendiri, terutama di kalangan generasi muda,” ujar Dandim.
Beliau juga menekankan bahwa peran seluruh elemen masyarakat, termasuk aparat keamanan, sangat dibutuhkan dalam upaya melestarikan budaya Bali. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat adalah kunci utama dalam menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan berkembang di era modern. “Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga tidak hanya menjadi acara tahunan, tetapi juga menjadi bagian dari keseharian masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan bahasa serta sastra Bali,” tambahnya.
Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan Bulan Bahasa Bali dapat menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas budaya dan membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pelestarian warisan leluhur,” pungkasnya. (Pendim 1626/Bangli)
Bangli – Bertempat di ruang rapat Kapiwara Graha aula kantor Desa Bangbang Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, Babinsa Desa Bangbang Koramil 1626-03/Tembuku Pelda Kadek Widiarta bersama Bhabinkantibmas menghadiri undangan pembukaan Bulan Bahasa Bali VII tahun 2025 Desa Bangbang. kamis (13/02/25)
Kegiatan Bulan Bahasa Bali VII tahun 2025 sesuai Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 dengan tema “Jagat Kerthi Jagra Hita Samasta” yang dimaknai bahwa Bulan Bahasa Bali merupakan altar pemulian Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali sebagai sumber kesadaran menuju keseimbangan semesta raya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Camat Tembuku (I Putu Sumardiana, S.STP., M.I.P), Majelis Alitan Kec. Tembuku (Nengah Atub), PHDI Kec. Tembuku (I Nyoman Mudita), Kepala Desa Bangbang (Pande Pandu Winata, A.Md. Kep), Babinsa Desa Bangbang (Pelda Kadek Widiarta), Bhabinkantibmas Desa Bangbang (Aipda I Wayan Sunarta), Sekdes Bangbang beserta Kasi, Kaur dan staf, Kepala wilayah sepedesaan Bangbang, Peserta lomba, para juri, guru pendamping serta undangan lainnya jumlah yang hadir sekitar 30 orang.
Saat di konfirmasi Babinsa Desa Bangbang Pelda Kadek Widiarta mengatakan kegiatan bulan bahsa Bali VII tahun 2025 yaitu lomba nyurat Aksara Bali tingkat SD sepedesaan Bangbang.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai media untuk mengetuk hati Krama Bali senantiasa menjaga dan memupuk minat dan bakat melestarikan Budaya Bali khususnya bagi anak-anak dan generasi muda”tambahnya
Secara terpisah Dandim 1626/Bangli Letkol Kav I Ketut Artha Negara, S.H., M.I.P. mengatakan sebagai seorang aparat kewilayahan harus selalu hadir di setiap kegiatan masyarakat yang di selenggarakan di wilayah binaan baik kegiatan resmi maupun tidak resmi guna memantapkan kemanunggalan antara TNI dengan rakyat. Ungkap Dandim (Pendim 1626/Bangli)
Bangli – Peduli kesehatan warga masyarakat terutama Lanjut Usia (Lansia) dan Balita, Babinsa Koramil 04/Kintamani Serka I Wayan Sukadana melaksanakan pendampingan Posyandu Lansia dan Balita yang diselenggarakan oleh kader posyandu dan petugas puskesmas kintamani VI bertempat di balai Desa Abuan, kecamatan kintamani, Kabupaten Bangli. Kamis, (13/02/25).
Kegiatan Posyandu Lansia meliputi pengukuran BB, pengukuran TB, pengecekan Tensi/tekanan darah, pengecekan gula, pengecekan kolesterol dan penyuluhan kesehatan bagi para Lansia.
Kegiatan Posyandu Balita meliputi Penimbangan berat badan bagi balita pemberian vitamin dan makanan bergizi tambahan.
Pada kesempatan Serka I Wayan Sukadana mengatakan, Kegiatan pendampingan Posyandu Lansia dan Balita yang dilakukan tersebut merupakan langkah supaya warga masyarakat yang masuk kategori Lansia tetap dapat produktif pada usia senja.
“Dengan diselenggarakannya kegiatan Posyandu Lansia dan Balita ini merupakan salah satu wujud kepedulian petugas Dinas Kesehatan terhadap warga masyarakat, Sehingga warga masyarakat Lansia dan Balita mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat dan mudah dijangkau,” pungkas Serka I Wayan Sukadana. (Pendim 1626/Bangli)
Bangli – Babinsa Koramil 1626-04/Kintamani Serka Ketut Yohanes menghadiri acara Bulan Bahasa Bali Ke VII Tahun 2025 dengan Tema “Jagat Kerthi Jagra Hita Samasta”.Kegiatan dibuka secara resmi oleh Perbekel Desa Satra sekaligus membuka acara lomba bertempat di di Balai Banjar Tanah Gambir, Desa Satra, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Rabu (12/02/25).
Hadir dalam kegiatan tersebut Perbekel Desa Satra I Made Nuada, Babinsa Desa Satra Serka I Ketut Yohanes, Bhabinkamtibmas Desa Satra Aiptu Made Wiraman, Jro Bendesa Desa adat Tanah Gambir A.A. Gede Oka Marjaya, Kardus Banjar Tanah Gambit Gusti Ngurah Dwiantara, Penyuluh Bahasa Bali Desa Satra Gusti Ngurah Agung, Tim juri 3 orang yg diketahui oleh Penyuluh Bahasa Bali Desa Satra dan Peserta lomba bulan bahasa Bali dan warga Desa Adat Tanah Gambir ± 60 orang
Dalam kesempatan tersebut Perbekel Desa Satra I Made Nuada, menyampaikan didalam lomba Bulan Bahasa Bali tersebut dilaksanakan dengan harapan menjaga dan melestarikan Budaya Nusantara khususnya di desa Satra. Dan di evaluasi bagi siapa pemenang dari lomba tersebut dan akan diumumkan penyerahan hadiah bagi pemenang,’’ ucapnya.
Adapun materi yang di lombakan antara lain Nyurat (Menulis) Aksara Bali tingkat SD yang diikuti oleh 10 orang peserta, Pidarta (berpidatao) Bahasa Bali tingkat SMP diikuti oleh 9 orang peserta dan Mesatua (bercerita) bahasa Bali dari ibu-ibu PKK diikuti oleh 5 orang peserta Serka Ketut Yohanes berharap dengan adanya Bulan Bahasa Bali dirinya berharap bisa membangkitkan minat anak muda terhadap bahasa, aksara, dan sastra Bali dengan harapan anak muda menggunakan bahasa Bali dalam percakapan sehari-hari, di Rumah, acara Adat dan Agama serta berdialog dengan sameton Bali dan Jangan malu berbahasa Bali meski menguasai bahasa asing dan selalu menjaga budaya dan adat istiadat yang ada di Bali,’’ ujarnya. (Pendim 1626/Bangli)
Bangli – Selalu hadir di setiap kegiatan di wilayah binaan Babinsa Desa Yangapi Koramil 1626-03/Tembuku Kodim 1626/Bangli Serka I Putu Sutarga,S.M. menghadiri undangan Pengukuhan dan Meja-jaya Bendesa Dan Prajuru Adat Umbalan bertempat di Balai Banjar Umbalan, Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli. Rabu (12/02/25)
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Majelis Madya Kab. Bangli I Nyoman Wadri, Majelis Alit Kec. Tembuku I Wayan Atub, Perbekel Desa Yangapi I Wayan Edi Korniawan, Kadus Umbalan I Nengah Subagia, Babinsa Desa Yangapi Serka I Putu Sutarga.SM, Bhabinkamtibmas Desa Yangapi Aiptu I Dewa Putu Yudiastika, Jro mk Adat Umbalan, Kelihan se Adat Umbalan, Pecalang 5 orang, Warga Adat Yangapi ± 90 orang.
Adapun rangkaian kegiatan dalam acara pengukuhan Bendesa dan prajuru adat Desa adat Umbalan tersebut Pembawa acara memberikan sambutan selamat datang kepada tamu undangan, Pembacaaan hasil Rapat pemilihan Bendesa Adat dan Prajuru Desa Adat Umbalan Desa Yangapi, Pembacaan Kutipan SK oleh Majelis Alit Kecamatan Tembuku, Pengukuhan Bendesa dan Prajuru Desa Adat Umbalan oleh Majelis Madya Kabupaten Bangli, sambutan- sambutan, penutup dan ramah tamah.
Sambutan oleh Majelis Madya Kabupaten Bangli pada intinya mengatakan bahwa sebagai Prajuru di adat merupakan tugas yang mulia, sifatnya ngayah atau pengabdian yang tulus untuk memimpin warganya untuk memajukan Desa adat Umbalan itu sendiri.
Babinsa Desa Yangapi Serka I Putu Sutarga, S M menyampaikan ucapan selamat kepada Bendesa dan Prajuru desa Adat Umbalan mudah mudahan setelah menjabat dapat membangun Dusun nya lebih baik dan menghimbau agar tidak adanya pecah belah serta mampu menjaga keharmonisan, keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Banjar Umbalan Desa Yangapi ini.
Di tempat terpisah Dandim 1626/Bangli Letkol Kav I Ketut Artha Negara, S.H., M.I.P. mengatakan, bahwa Babinsa harus selalu melekat dan wajib untuk menghadiri kegiatan yang ada ditengah masyarakat, baik bersifat kegiatan sosial, keagamaan ataupun pertemuan atau rapat dengan aparatur Desa.
“Hal tersebut untuk menjalin hubungan yang harmonis antara TNI dan masyarakat, serta dapat memperkuat Birokrasi unsur pemerintahan desa, mengingat tanpa bantuan dan peran masyarakat tidak dapat menyelesaikan tugas dan tanggungjawab di wilayah binaan” ungkap Dandim (Pendim 1626/Bangli)
Bangli – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem, Babinsa Desa Kayubihi, Koramil 01/Bangli, Kodim 1626/Bangli, Koptu Rudi Romadon, melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) dengan warga binaan di rumah Ibu I Nyoman Darmini, Desa Kayubihi, Kecamatan/Kabupaten Bangli. Rabu (12/02/25).
Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat terkait dampak cuaca ekstrem yang berpotensi menyebabkan tanah longsor, pohon tumbang, serta bencana lainnya. Dalam kesempatan ini, Babinsa memberikan pemahaman kepada warga khususnya ibu ibu dalam menghadapi cuaca ekstrem dengan memberikan langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko bencana. “Beberapa poin penting yang disampaikan meliputi pemantauan kondisi tanah, pemangkasan pohon yang berisiko tumbang, serta kesiapan menghadapi situasi darurat, seperti menyiapkan senter, obat-obatan, dan nomor darurat yang bisa dihubungi,” ujarnya.
Babinsa Koptu Rudi Romadon menekankan pentingnya peran ibu-ibu dalam keluarga sebagai penggerak kesiapsiagaan bencana di rumah tangga. “Ibu-ibu memiliki peran besar dalam memastikan keselamatan keluarga saat terjadi bencana. Oleh karena itu, pemahaman tentang tanda-tanda awal bencana dan langkah mitigasi sangat diperlukan,” ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakan, bahwa kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat, tetapi juga peran aktif masyarakat sangat diperlukan. Oleh karena itu, Babinsa mengajak warga untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, terutama dalam menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem. “Kami berharap ibu-ibu dapat menjadi penyampai informasi kepada keluarga dan tetangga, sehingga kesadaran akan kesiapsiagaan bencana semakin luas. Dengan langkah-langkah sederhana seperti memastikan drainase lancar, memangkas ranting pohon yang rapuh, serta selalu mengikuti informasi cuaca, kita bisa mengurangi risiko bencana,” tambahnya.
Warga yang hadir menyambut baik kegiatan ini dan mengapresiasi upaya Babinsa dalam memberikan edukasi terkait kesiapsiagaan bencana. Mereka juga menyatakan kesiapannya untuk lebih waspada serta berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan.
Di tempat terpisah, Komandan Kodim 1626/Bangli, Letkol Kav. I Ketut Artha Negara, S.H., M.I.P., mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh Babinsa merupakan bagian dari upaya TNI dalam membantu masyarakat menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem. Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi sebagai langkah preventif dalam mengurangi risiko bencana. “Saya mengapresiasi langkah Babinsa yang aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat, tetapi juga membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat,” ujar Dandim.
Beliau juga mengimbau warga untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca serta menjaga komunikasi yang baik dengan Babinsa dan aparat terkait. Dengan adanya sosialisasi seperti ini, diharapkan masyarakat lebih memahami tanda-tanda awal bencana dan dapat mengambil langkah-langkah pencegahan dengan cepat dan tepat. “Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat penting dalam menghadapi potensi bencana. Kami akan terus mendukung dan mendorong kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat,” tambahnya.
Dengan adanya upaya ini, diharapkan masyarakat Desa Kayubihi dan wilayah Bangli pada umumnya semakin siap menghadapi tantangan cuaca ekstrem serta dapat mengurangi risiko bencana di lingkungan mereka,” pungkasnya. (Pendim 1626/Bangli)
Kodim 1626/Bangli merupakan satuan kewilayahan yang berada dibawah komando Korem 163/Wira Satya. Kodim 1626/Bangli memiliki wilayah teritorial yang meliputi Kabupaten Bangli. Markas Kodim 1626/Bangli berada di Jalan Brigjen Ngurah Rai, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli.