
Bangli, 20 Oktober 2024 – Babinsa Desa Tembuku, Serda Sang Komang Teg Redana, bersama Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Desa Tembuku, I Made Sudaster, terjun langsung ke sawah untuk mendampingi petani I Ketut Muaba dalam kegiatan panen padi. Kegiatan yang berlangsung di Banjar Tembuku Kawan, Desa Tembuku, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli ini merupakan bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional.
Dengan luas lahan 25 are, I Ketut Muaba berhasil memanen padi sebanyak 65,6 ton. Hadirnya Babinsa dalam kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dukungan dan motivasi kepada para petani agar semangat dalam meningkatkan hasil pertanian, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Serda Sang Komang Teg Redana menegaskan bahwa keterlibatan Babinsa dalam mendukung ketahanan pangan adalah wujud nyata dari komitmen TNI untuk selalu berada di tengah masyarakat.
“Kami hadir di tengah-tengah para petani dengan penuh semangat, membantu mereka dalam proses panen padi ini. Kehadiran kami bukan hanya untuk memberikan dukungan fisik, tetapi juga untuk memperkuat hubungan emosional dan rasa kebersamaan antara TNI dan masyarakat,” ujar Serda Sang Komang Teg Redana.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Babinsa dan PPL terlibat sejak proses pengolahan lahan hingga panen, memberikan pendampingan teknis dan motivasi kepada petani agar mereka dapat mengoptimalkan hasil panen.
Sementara itu, Komandan Kodim 1626/Bangli, Letkol Kav I Ketut Artha Negara, S.H., M.I.P., menyatakan pentingnya sinergi antara TNI dan petani dalam mendukung ketahanan pangan di daerah. Menurutnya, kebersamaan semacam ini bukan hanya membantu petani secara fisik, tetapi juga memperkuat rasa kekeluargaan di antara semua pihak.
“Semangat kebersamaan yang terjalin antara TNI dan petani ini sangat penting, bukan hanya untuk kelancaran panen, tetapi juga untuk menjaga kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan di wilayah,” kata Dandim.
Dandim berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dari dukungan TNI terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya di sektor pertanian, yang menjadi tulang punggung perekonomian di wilayah Bangli.