Rulet, blackjack ve slot oyunlarını deneyimlemek için bettilt giriş sayfasına giriş yapılmalı.

Babinsa Koramil 04/Kintamani Dampingi Penyuluhan Cegah Stunting di Desa Siakin

Bangli – Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pencegahan stunting, Babinsa Desa Siakin, Koramil 04/Kintamani, Kodim 1626/Bangli, Serma I Made Suardana, bersama tim penyuluh PLKB Kecamatan Kintamani dan kader Posyandu, melaksanakan pendampingan penyuluhan stunting. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Desa Siakin, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Senin (18/11/2024).

Posyandu merupakan layanan kesehatan yang dilakukan secara terpadu oleh bidan desa, kader kesehatan, dan petugas puskesmas, bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak serta menekan angka kematian bayi dan ibu hamil. Salah satu fokus utamanya adalah mencegah stunting, yakni kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis pada anak balita.

Babinsa Serma I Made Suardana menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi langsung kepada masyarakat, khususnya ibu hamil dan ibu balita.
“Pencegahan stunting harus dimulai sejak dini. Kami mengecek secara langsung kondisi anak-anak, terutama balita yang terganggu pertumbuhannya, untuk diberikan asupan gizi dan pelayanan kesehatan yang memadai,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pemahaman tentang asupan gizi yang diperlukan oleh ibu hamil dan anak balita.
“Kegiatan penyuluhan ini diadakan agar ibu hamil dan ibu balita paham akan pentingnya nutrisi yang cukup, sehingga dapat mempersiapkan generasi sehat sejak masa kehamilan,” jelas Serma I Made Suardana.

Lebih lanjut, Babinsa menjelaskan bahwa salah satu kunci utama pencegahan stunting adalah meningkatkan kesadaran ibu hamil.
“Stunting tidak disebabkan oleh faktor keturunan, tetapi akibat kurangnya asupan gizi sejak bayi dalam kandungan. Oleh karena itu, sosialisasi kepada ibu hamil menjadi prioritas untuk mencegah kondisi ini,” tambahnya.

Secara terpisah, Dandim 1626/Bangli, Letkol Kav I Ketut Artha Negara, S.H., M.I.P., menegaskan bahwa TNI mendukung penuh kegiatan kesehatan di wilayah binaannya.
“Kami mendukung setiap upaya pencegahan stunting melalui sinergi dengan berbagai pihak, termasuk penyuluhan kesehatan dan penguatan Posyandu. Ini merupakan langkah penting untuk mempercepat penanggulangan gizi buruk, sehingga tidak ada lagi kasus stunting di wilayah kami,” ujarnya.

Dandim juga menambahkan bahwa kehadiran aparat kewilayahan seperti Babinsa dalam kegiatan ini adalah bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Melalui kerja sama yang baik antara masyarakat, pemerintah desa, dan instansi terkait, diharapkan upaya ini dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan anak-anak di wilayah binaan,” tutupnya.

Kegiatan penyuluhan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya gizi dan kesehatan sejak dini. Dengan edukasi yang berkesinambungan, diharapkan angka stunting di wilayah Desa Siakin dapat terus ditekan, demi menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *