
Bangli – Dalam rangka menjaga keamanan dan mendukung pelestarian nilai-nilai budaya serta adat istiadat Warga Pande di Bali, Babinsa Desa Tamanbali, Koramil 01/Bangli, Kodim 1626/Bangli, Peltu I Wayan Sujana, hadir untuk memantau dan memastikan keamanan pada pertemuan Pasikian Pemangku Maha Semaya Warga Pande (MSWP) Provinsi/Pusat dan Pasikian Pemangku Pande Se-Bangli. Acara yang berlangsung di Wantilan Pura Penataran Pande Tamanbali, Desa Tamanbali, Kecamatan Bangli ini dihadiri oleh sejumlah pemangku adat, tokoh masyarakat, dan anggota Warga Pande dari berbagai wilayah di Kabupaten Bangli.
Peltu I Wayan Sujana menyampaikan bahwa pemantauan ini merupakan langkah antisipatif Babinsa untuk memastikan kegiatan berlangsung dengan aman dan tertib. Kehadiran Babinsa juga sebagai bentuk dukungan terhadap acara yang mempererat persaudaraan dan memperkuat ikatan sosial serta budaya di kalangan Warga Pande.
“Kami hadir untuk memastikan acara berjalan lancar dan aman, serta mendukung kegiatan positif yang mempererat persaudaraan dan memperkuat ikatan sosial serta budaya di kalangan warga. Keharmonisan yang terjaga dengan baik akan berdampak positif bagi masyarakat Desa Tamanbali dan Kabupaten Bangli secara keseluruhan,” ujar Peltu I Wayan Sujana.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Babinsa berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan sosial, budaya, dan keagamaan di masyarakat. Selain menjaga keamanan, kehadiran Babinsa juga merupakan wujud dukungan TNI terhadap pelestarian budaya dan adat Bali, khususnya yang menjadi warisan leluhur Warga Pande.
“Acara berlangsung lancar dan diakhiri dengan doa bersama. Kami juga memastikan masyarakat meninggalkan lokasi dengan tertib dan aman,” tambahnya.
Di tempat terpisah, Komandan Kodim (Dandim) 1626/Bangli, Letkol Kav I Ketut Artha Negara, S.H., M.I.P., menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan ini adalah bagian dari tugas pokok TNI dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah binaan, sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal.
“Pertemuan Pasikian Pemangku Maha Semaya Warga Pande ini memiliki nilai penting dalam menjaga warisan budaya dan mempererat solidaritas warga. Kehadiran Babinsa tidak hanya untuk menjaga ketertiban, tetapi juga sebagai bentuk dukungan TNI dalam melestarikan adat dan budaya lokal,” jelas Dandim.
Dandim juga berharap agar TNI dapat terus berkolaborasi dengan masyarakat adat dan organisasi seperti MSWP untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, serta melestarikan kekayaan budaya Bali. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara TNI dan masyarakat adat merupakan wujud nyata pengabdian TNI kepada bangsa dan negara, khususnya dalam menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, dan damai.