
Bangli – Babinsa Desa Bunutin Koramil 01/Bangli, Kodim 1626/Bangli, Peltu I Ketut Udayana, turut mendampingi kegiatan sterilisasi hewan yang dilaksanakan oleh Tim Siaga Rabies Desa Bunutin. Kegiatan ini bekerja sama dengan Dinas Pertanian PKP Bangli, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana (Unud), dan Ikatan Dokter Hewan Bali, dengan penanggung jawab drh I Made Armana. Program ini berlangsung di Wantilan Balai Desa Bunutin, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, sebagai upaya untuk mencegah penyebaran rabies di wilayah tersebut.
Sterilisasi yang ditujukan kepada anjing dan kucing ini bertujuan untuk mengendalikan populasi hewan liar sekaligus menekan penyebaran virus rabies. Babinsa berperan penting dalam menjaga ketertiban dan memastikan keamanan selama kegiatan berlangsung, guna menjamin kelancaran tanpa hambatan.
Peltu I Ketut Udayana menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa di kegiatan tersebut adalah untuk mendukung kelancaran program yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami hadir untuk memastikan semua berjalan aman dan tertib. Kegiatan ini sangat penting dalam pencegahan rabies yang berbahaya bagi warga,” ujar Peltu I Ketut Udayana.
Ia menambahkan bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi, terlihat dari partisipasi mereka yang membawa hewan peliharaan untuk disterilisasi. Kegiatan ini diharapkan dapat berdampak positif pada kesehatan masyarakat dan membantu menekan angka penyebaran rabies di wilayah tersebut.
“Program sterilisasi ini juga menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengendalian populasi hewan dan pencegahan penyakit,” tambahnya.
Di tempat terpisah, Komandan Distrik Militer (Dandim) 1626/Bangli, Letkol Kav I Ketut Artha Negara, S.H., M.I.P., menjelaskan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan ini merupakan bagian dari tugas TNI dalam mendukung program pemerintah yang bertujuan untuk menjaga kesehatan dan keamanan masyarakat.
“Kehadiran Babinsa bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pencegahan rabies. Penyakit rabies berbahaya dan dapat mengancam kesehatan manusia, sehingga upaya pencegahan melalui sterilisasi hewan sangat penting,” ujar Dandim.
Dandim juga menekankan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menangani isu kesehatan dan keamanan seperti rabies. Ia berharap keterlibatan Babinsa dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan peran mereka dalam menjaga lingkungan yang sehat dan aman.
Dengan dukungan TNI, diharapkan program sterilisasi ini dapat berjalan sukses dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Desa Bunutin, baik dalam hal kesehatan maupun keamanan lingkungan.