
Bangli – Anggota Koramil 1626-01/Bangli, yang dipimpin oleh Danramil 1626-01/Bangli, Kapten Cpl I Wayan Widana, melaksanakan kegiatan Karya Bakti (Karbak) pembersihan sampah dan normalisasi sungai di wilayah Desa Adat Bunutin, Desa Bunutin, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli. Minggu (7/1/2024)
Kegiatan ini melibatkan anggota TNI, serta melibatkan elemen masyarakat desa setempat. Hadir dalam kegiatan ini Danramil 1626-01/Bangli, Prebekel Desa Bunutin, Babinsa Desa Bunutin, Bhabinkamtibmas, Kelian Br. Adat Bunutin, KBD Bunutin, dan seluruh elemen masyarakat Desa Bunutin.
Danramil menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mencegah terjadinya banjir dan menjaga kebersihan lingkungan, terutama di musim hujan. Pembersihan lingkungan ini melibatkan normalisasi sungai atau saluran air (Tukad) agar air dapat mengalir dengan lancar dan tidak terhambat oleh sampah.
“Kegiatan ini merupakan implementasi perintah dari komando atas untuk membantu masyarakat mengantisipasi bencana banjir yang mungkin terjadi selama musim penghujan,” jelasnya.
Pembersihan sampah di saluran air (Tukad) ini juga bertujuan untuk merapihkan lingkungan desa dan memastikan agar saluran air berfungsi dengan baik. Kegiatan ini dilakukan secara rutin dan berkesinambungan untuk mencegah banjir dan menjaga keindahan desa.
Secara terpisah, Dandim 1626/Bangli, Letkol Kav I Ketut Artha Negara, S.H., M.I.P, menyatakan bahwa kegiatan karya bakti pembersihan saluran air ini adalah bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat. Tujuan utamanya adalah mencegah bahaya banjir di musim penghujan.
“Karya bakti bersama elemen masyarakat dilakukan untuk meningkatkan hubungan emosional dan komunikasi dengan warga di wilayah. Melalui gotong royong, TNI dapat membantu warga dalam mengatasi kendala di wilayah, terutama dalam mengantisipasi bahaya banjir dan wabah penyakit,” jelas Dandim.
Selain pembersihan, kegiatan ini juga dilakukan sebagai ajang sosialisasi kepada masyarakat sekitar sungai agar menjaga kebersihan air. Harapannya, setelah pembersihan, masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan. Peningkatan kesadaran masyarakat diharapkan dapat mengurangi risiko penyakit dan banjir.