Bangli – Komunikasi sosial merupakan suatu kegiatan rutin bagi seorang Babinsa kepada warga binaannya, karena dengan komsos Babinsa langsung berinteraksi dengan warganya sehingga tercipta hubungan yang erat antara TNI dan Rakyat.
Seperti yang dilakukan Babinsa Desa Jehem Koramil 03/Tembuku Kodim 1626/Bangli Sertu Kadek Muliana ditengah kegiatannya tetap melaksanakan komsos dengan warga binaannya di Dusun Tingkadbatu, Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli. (30/03/25)
Kegiatan komsos tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan silaturahmi antara Babinsa dengan warga binaannya sekaligus untuk saling tukar informasi apabila ada permasalahan di wilayah
Pada kesempatan tersebut Babinsa menghimbau kepada warga masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan serta menjaga kamtibmas di wilayah
“Melalui kegiatan komsos secara langsung akan lebih efektif dan tepat sasaran hasilnya”ungkapnya
“Dengan aktif melaksanakan Komsos bersama masyarakat, segala informasi yang terjadi di wilayah binaan dapat dengan cepat diketahui dan diatasi oleh Babinsa bersama masyarakat” Ujarnya
Secara terpisah, Dandim 1626/Bangli Letkol Kav I Ketut Artha Negara, S.H., M.I.P. mengatakan kegiatan ini untuk mencerminkan rasa kemanunggalan TNI khususnya Babinsa kepada masyarakat di wilayah binaan. Tujuan Komsos ini juga untuk mengetahui perkembangan situasi di wilayah binaan, dengan adanya interaksi komunikasi Babinsa dengan warga akan dapat mempererat hubungan TNI dan Rakyat. Ungkap Dandim (Pendim 1626/Bangli)
Bangli– Menjaga keamanan dan menjaga keamanan masyarakat di wilayah Binaannya Babinsa desa Penglumbaran Koramil.02/Susut Kodim 1626/Bangli Serda I Wayan Mahendra bersama Bhabinkamtibmas Polsek Susut melaksanakan patroli bersama diwilayah Binaan di desa Penglumbaran Kecamatan Susut Kabupaten Bangli, Minggu (30/03/25).
Serda Mahendra mengatakan, sinergisitas antara Babinsa dan Bhabinkamtibmas sangat diperlukan dalam pelaksanaan tugas, guna memberikan rasa aman dan nyaman sehingga tercipta situasi yang aman dan kondusif di masyarakat desa binaannya.
“Ini untuk menjaga agar wilayah selalu aman dan kondusif terutama di wilayah Binaannya, khususnya di titik-titik tertentu yang dianggap rawan,” ucapnya.
Menurutnya, tujuan pelaksanaan patroli ini untuk melakukan pengawasan wilayah binaannya bersama dengan Bhabinkamtibmas, agar setiap saat bisa bersama-sama dapat menjaga dan mengawasi wilayah binaannya.
”Kendati demikian kepada seluruh lapisan masyarakat diimbau agar tetap saling membantu dan mempertahankan kondisi wilayah agar tetap aman dan nyaman,” jelasnya.
Sementara di tempat terpisah, Dandim 1626/Bangli Letkol Kav I Ketut Artha Negara S.H., M.I.P. mengatakan Kegiatan Sinergitas TNI–Polri ini dilakukan untuk menjamin keamanan Wilayah.
Ini juga salah satu wujud kehadiran Petugas Keamanan dalam menjaga situasi tetap kondusif ditengah masyarakat. Pengungkapannya
“Dengan adanya petugas secara rutin, potensi kejahatan dapat diminimalisir karena pelaku kejahatan akan merasa termonitor kegiatan dan aktifitasnya, dengan kegiatan patroli ini dapat membantu menjaga keamanan di tempat-tempat umum, seperti pasar, pusat dunia maya, dan area publik lainnya,” tambahnya.
Diharapkan dengan adanya patroli ini, petugas dapat segera merespon jika terjadi insiden atau pelanggaran. Kehadiran rutin petugas keamanan dapat meningkatkan rasa aman dan kepercayaan masyarakat terhadap TNI dan Polri.
“Di samping itu juga untuk memperkecil ruang gerak pelaku tindak kejahatan, peredaran maupun ilegalitas narkoba, serta terorisme serta penciptaan kondisi ,” tutupnya. (Pendim 1626/ Bangli)
Bangli – Dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1947 tanggal 29 Maret 2025, Babinsa Koramil 1626-01/Bangli, Kodim 1626/Bangli, bersama Bhabinkamtibmas Polsek Bangli, melaksanakan pemantauan dan pengamanan Malam Pengerupukan di masing-masing Banjar Adat se-Kecamatan Bangli, Kegiatan ini dapat berlangsung dengan aman dan lancar serta kegiatan ini mencerminkan sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat adat dalam menjaga ketertiban serta kelancaran tradisi keagamaan yang dilaksanakan kemarin. Minggu (30/3/25).
Sebagai bagian dari rangkaian Hari Raya Nyepi, kegiatan diawali dengan Pencaruan Tawur Agung Kesanga yang dilaksanakan di masing-masing Desa Adat se-Kecamatan Bangli. Ritual ini merupakan upacara penyucian alam semesta sebelum memasuki Hari Raya Nyepi. Seluruh prosesi berlangsung dengan khidmat dan tertib.
Selanjutnya dilaksanakan Pengarakan Ogoh-Ogoh di masing-masing wilayah Banjar Adat. Pengarakan ini berlangsung sekitar 1,5 jam dengan rute di seputaran wilayah (wewidangan) Banjar Adat. Tradisi ini bertujuan untuk Nyomya Buta Kala, yaitu simbolisasi mengusir roh-roh jahat agar keseimbangan alam tetap terjaga.
Untuk memastikan kelancaran dan keamanan jalannya kegiatan, aparat keamanan dari Polres dan Polsek Bangli, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Pecalang turut melakukan pengawalan. Kehadiran mereka di lapangan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang berpartisipasi dalam pengarakan.
Komandan Koramil 1626-01/Bangli, Kapten Cpl I Wayan Widana, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menjaga ketertiban selama Malam Pengerupukan. “Kami mengapresiasi kerja sama yang baik antara aparat keamanan, Pecalang, dan masyarakat dalam menjaga kelancaran acara ini. Semoga tradisi ini terus berjalan dengan aman dan damai setiap tahunnya,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, keberhasilan pengamanan ini tidak lepas dari koordinasi yang baik antara seluruh unsur pengamanan dan partisipasi aktif masyarakat. “Kami berharap kerja sama seperti ini terus terjalin demi menjaga keamanan dan kelancaran setiap kegiatan adat dan keagamaan di Bangli,” tambahnya.
Di tempat terpisah, Komandan Kodim 1626/Bangli, Letkol Kav. I Ketut Artha Negara, S.H., M.I.P., mengatakan bahwa pengamanan kegiatan adat dan keagamaan merupakan salah satu bentuk komitmen TNI dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung kelancaran pelaksanaan tradisi masyarakat. “Kami selalu siap bersinergi dengan pihak kepolisian, pemerintah daerah, serta unsur adat dalam menjaga ketertiban dan keamanan. Semoga perayaan Nyepi tahun ini membawa kedamaian bagi seluruh masyarakat,” ungkapnya.
Dandim juga berharap agar seluruh elemen masyarakat terus menjaga kebersamaan dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. “Semangat gotong royong dan kepedulian sosial harus selalu dijaga, karena itu adalah kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang harmonis dan kondusif,” tambahnya.
Dengan berakhirnya Malam Pengerupukan, masyarakat Hindu di Bangli kini bersiap menjalani Catur Brata Penyepian, yang meliputi Amati Geni (tidak menyalakan api), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelungan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang), sebagai bentuk refleksi dan penyucian diri menyambut tahun baru Caka 1947.
Rangkaian kegiatan pengamanan ini yang sudah dilaksanakan menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian budaya serta ketertiban di masyarakat, sehingga perayaan Hari Raya Nyepi dapat berlangsung dengan penuh kedamaian. (Pendim 1626/Bangli)
Kodim 1626/Bangli merupakan satuan kewilayahan yang berada dibawah komando Korem 163/Wira Satya. Kodim 1626/Bangli memiliki wilayah teritorial yang meliputi Kabupaten Bangli. Markas Kodim 1626/Bangli berada di Jalan Brigjen Ngurah Rai, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli.