Rulet, blackjack ve slot oyunlarını deneyimlemek için bettilt giriş sayfasına giriş yapılmalı.

Kodim 1626/Bangli Gelar Korps Raport Purnatugas dan Penerimaan Anggota Baru

Bangli – Kodim 1626/Bangli menggelar Acara Korps Raport Purnatugas dan Penerimaan Anggota Baru di Aula Peltu I Nengah Kantun, Makodim 1626/Bangli, pada Rabu (10/01/2025). Acara ini dipimpin langsung oleh Dandim 1626/Bangli, Letkol Kav I Ketut Artha Negara, S.H., M.I.P., dan dihadiri oleh Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXIX Kodim 1626/Bangli, Perwira Staf, Danramil jajaran, serta anggota militer dan PNS Kodim 1626/Bangli.

Dalam acara ini, Mayor Cke (Har) I Nengah Sulendra resmi memasuki masa purnatugas terhitung mulai 1 Februari 2025. Dalam sambutannya, Dandim 1626/Bangli menyampaikan apresiasi atas pengabdian dan dedikasi yang telah diberikan selama bertugas di Kodim 1626/Bangli.

“Purnatugas bukan akhir dari pengabdian, melainkan awal dari peran baru dalam masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih atas segala dharma bakti yang telah diberikan kepada satuan. Tetaplah menjaga tali silaturahmi dan teruslah memberikan warna positif di lingkungan baru,” ujar Dandim.

Ia juga menekankan bahwa sikap dan perilaku yang baik di tengah masyarakat akan berdampak positif terhadap citra TNI dan diri sendiri. “Gunakan masa pensiun dengan penuh kebahagiaan bersama keluarga, serta tetaplah menjadi teladan di lingkungan sekitar,” tambahnya.

Selain pelepasan purnatugas, acara ini juga menjadi momen penyambutan anggota baru, Kopda I Kadek Suartana, yang resmi bergabung dengan Kodim 1626/Bangli per 9 Januari 2025.

Dandim 1626/Bangli menegaskan bahwa masuk ke satuan baru membawa tantangan dan tanggung jawab yang berbeda. Oleh karena itu, anggota baru diharapkan segera beradaptasi dan menunjukkan loyalitas serta dedikasi tinggi.

“Segera menyesuaikan diri dengan lingkungan dan tugas-tugas di satuan. Jangan ragu untuk bertanya kepada rekan kerja, senior, atau atasan demi kelancaran pelaksanaan tugas. Pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI dalam menjalankan pengabdian,” pesan Dandim.

Sebagai bentuk penghormatan, Kodim 1626/Bangli menyerahkan plakat dan piagam penghargaan kepada Mayor Cke (Har) I Nengah Sulendra atas dedikasi selama bertugas. Acara ditutup dengan pemberian ucapan selamat dan sesi foto bersama, sebagai simbol kebersamaan antara anggota yang masih bertugas dan yang telah memasuki masa purnatugas.

Acara ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan bagi anggota yang telah menyelesaikan masa tugasnya, tetapi juga sebagai ajang untuk memperkenalkan anggota baru agar dapat segera beradaptasi dengan lingkungan kerja. Dengan tradisi seperti ini, Kodim 1626/Bangli terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga profesionalisme, regenerasi personel, dan memperkuat kebersamaan dalam satuan.

Babinsa Koramil 04/Kintamani Gotong Royong Bersihkan Pohon Tumbang di Desa Bayunggede

Babinsa Koramil 1626-04/Kintamani Koptu Nyoman Purnawirawan bersama masyarakat bahu-membahu membersihkan pohon tumbang yang menimpa dua unit mobil Avanza dan Isusu Panther karena cuaca ektrim hujan disertai angin kencang tepatnya di Setra/Kuburan Ari-Ari Banjar Bayunggede/Desa Bayunggede, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Minggu (09/02/25).

Pasca terjadinya hujan lebat yang disertai angin kencang mengakibatkan pohon tumbang jenis pohon Aren tersebut hingga menimpa dua unit mobil Avanza dan Isusu Panther.

Selaku Danramil 1626-04/Kintamani Kapten Inf. I Dewa Gede Yudawan mengungkapkan, akibat cuaca ekstrim hingga menyebabkan pohon tumbang dan kejadian tersebut sudah diatasi dengan gotong-royong bersama masyarakat serta dibantu Babinsa setempat.

“Hujan lebat yang disertai angin kencang menyebabkan pohon tumbang,” ujarnya.

Diakui, dengan kejadian tersebut membuat warga terganggu. Oleh karena itu saya perintahkan Babinsa untuk membantu membersihkan pohon tumbang,” jelasnya.

Karenanya pihaknya juga berharap dengan kerja bakti dapat mempererat tali persaudaraan dan hubungan antara TNI dengan rakyat terjalin semakin baik.

“Kami juga imbau warga dengan cuaca yang ekstrim apabila bepergian supaya hati-hati agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, bila perlu kegiatan di luar rumah ditunda dulu,” pungkasnya.
(Pendim 1626/Bangli)

Babinsa Desa Jehem Koramil 03/Tembuku Bersama Warga Bergotong Royong Bersihkan Saluran Irigasi di Subak Tingkadbatu

Bangli – Sebagai Sarana Kebersamaan bersama warga guna membantu tercapainya kesejahteraan masyarakat dengan melakukan Pembersihan yang bermanfaat bagi kepentingan warga binaan.

Seperti yang dilakukan oleh Babinsa Desa Jehem Koramil 03/Tembuku Kodim 1626/Bangli Sertu Kadek Muliana bersama warga masyarakat melaksanakan kegiatan gotong -royong membersihkan saluran irigasi di Subak Tingkadbatu Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli (09/02/25)

Pada kesempatan tersebut Babinsa mengatakan kegiatan gotong royong ini merupakan salah satu upaya untuk menyukseskan pertanian dan dalam mengoptimalkan sistem irigasi yang ada dengan baik maka harus dilakukan pembersihan saluran Irigasi agat tidak tersumbat sehingga pengairan ke sawah dapat berjalan lancar.

“Tujuan pembersihan saluran irigasi ini untuk menjaga kelancaran aliran air, meningkatkan produksi pertanian, dan menjaga kebersihan lingkungan kegiatan ini dilakukan setiap awal tahun atau saat musim penghujan.” Ungkapnya

“Saluran irigasi merupakan sebagai penyedia bahan baku air pertanian harus terus dijaga kelancarannya, sehingga sektor pertanian mampu menghasilkan hasil panen yang baik untuk mendongkrak kesejahteraan para petani” ujarnya.

“Melalui kegiatan gotong royong seperti ini maka akan mempererat jalinan silaturahmi antar warga serta saling bertukar pikiran sehingga kemanunggalan antara TNI dengan rakyat tetap terjaga”ujarnya

Kegiatan gotong royong tersebut di ikuti oleh Babinsa Desa Jehem, Kelian Subak Tingkadbatu, Masyarakat atau Subak Tingkadbatu yang hadir 25 orang

Secara terpisah Dandim 1626/Bangli Letkol Kav I Ketut Artha Negara,S.H., M.I.P. mengatakan apabila pengairan sawah warga lancar maka hasil panen petani pun dapat maksimal dengan demikian ketahanan pangan di wilayah dapat terwujud dengan sukses.

“Kegiatan gotong royong ini juga menjadi salah satu contoh nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga lingkungan serta mendukung keberlangsungan hidup para petani” Ungkap Dandim
(Pendim 1626/Bangli)

Anggota Jajaran Kodim 1626/Bangli Pantau Perayaan Banyu Pinaruh di Pura Pecampuhan

Bangli – Perayaan Banyu Pinaruh disambut dengan antusias oleh Umat Hindu di Bali, tak terkecuali oleh Umat Hindu Kodim 1626/Bangli, memanfaatkan perayaan tersebut sebagai simbol untuk membersihkan diri secara rohani dan jasmani. Berdasarkan keyakinan Hindu Banyu Pinaruh sendiri berasal dari kata Banyu berarti air dan Pinaruh artinya pangeweruh atau pengetahuan. Secara filosofi bermakna membersihkan atau menyucikan diri dengan air ilmu pengetahuan, karena memang pikiran yang kotor atau kegelapan hanya bisa dibersihkan dengan pengetahuan suci.

Perayaan ini dilaksanakan sehari setelah Hari Saraswati yang merupakan perayaan turunnya ilmu pengetahuan, tepatnya pada hari Minggu (09/02/25)

Dalam kegiatan Banyu Pinaruh ini bertujuan untuk membersihkan diri dari segala kegelapan dan fikirin yg negatif sehingga dg pelaksaanaa banyupinaruh ini dapat mengurangi hal hal yg beraroma negatif

“Harapannya kegelapan pikiran yang berada pada tubuh kita bisa hilang dan bisa mendapatkan jalan terbaik mengarungi kehidupan duniawi,

Dalam pelaksanaan perayaan hari Banyu pinaruh Komandan Kodim 1626/Bangli Letkol Kav I Ketut Artha Negara S.H., M.I.P., memerintahkan anggota Babinsa di jajaran yg wilayahnya terdapat obyek spiritual untuk pelaksanaan banyupinaruh untuk bersinergi dengan aparat terkait melaksanakan pemantauan dan pengamanan kepada masyarakay yg akan melaksanakan persembahyangan/melukat banyu pinaruh, seperti halnya yang dilaksanakan oleh Babinsa desa Abuan Sertu I Dewa Gede Mertawan terlihat sedang memantau dan mengamankan jalannya kegiatan Banyu pinaru di Pura Taman Pecampuhan Sala.

Sementara itu Dandim 1626/Bangli Letkol Kav I Ketut Artha Negara S.H., M.I.P., Mengatensi terhadap kegiatan hari raya Umat Hindu. perayaan Banyu Pinaruh bagi Umat Hindu merupakan kegiatan ritual yang bertujuan untuk membersihkan diri. Dengan pelaksanaan Banyu Pinaruh ini diharapakan Umat Hindu termasuk warga Kodim 1626/Bangli dapat membersihkan segala pikiran yang bersifat negatif dan memunculkan pikiran atau energi positif dalam pelaksanaan tugas sehari-hari”, Pungkas Dandim
(Pendim 1626/Bangli)

Babinsa Kelurahan Bebalang Koramil 01/Bangli Monitoring Kegiatan Banyu Pinaruh Umat Hindu, Agar Berjalan Aman dan Lancar

Bangli – Dalam rangka menjaga ketertiban dan kelancaran pelaksanaan upacara keagamaan, Babinsa Kelurahan Bebalang, Koramil 01/Bangli, Kodim 1626/Bangli, Kopda I Nengah Sudarma, melaksanakan monitoring kegiatan Banyu Pinaruh yang dilakukan oleh umat Hindu di Obyek Wisata Spritual Tirta Sudamala Banjar Adat Sedit, Kelurahan Bebalang, Kecamatan Bangli. Minggu (09/02/25).

Banyu Pinaruh merupakan upacara pembersihan diri yang dilaksanakan sehari setelah Hari Raya Saraswati. Tradisi ini memiliki makna mendalam bagi umat Hindu, yaitu sebagai simbol penyucian diri secara jasmani dan rohani dengan menggunakan air suci. Masyarakat biasanya melakukan ritual ini di pantai, sungai, atau mata air suci dengan harapan mendapatkan berkah, kejernihan pikiran, dan kesejahteraan dalam kehidupan.

Dalam pelaksanaan monitoring, Babinsa, Kopda I Nengah Sudarma memastikan bahwa prosesi upacara berlangsung tertib, aman, dan lancar. Kehadirannya juga bertujuan untuk memberikan rasa aman serta mendukung kelestarian budaya dan adat istiadat masyarakat. “Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan dukungan kami terhadap tradisi serta nilai-nilai keagamaan yang dijalankan oleh masyarakat. Kami memastikan jalannya upacara berlangsung dengan tertib serta tetap memperhatikan aspek keamanan,” ujar Kopda I Nengah Sudarma.

Lebih lanjut dikatakan, kehadiran Babinsa dalam kegiatan keagamaan seperti Banyu Pinaruh juga menjadi salah satu bentuk sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga harmoni sosial serta melestarikan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun. “Kami selalu siap hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam hal keamanan, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Dengan adanya pengawasan ini, kami berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan khusyuk,” tambahnya.

Selain itu, Kopda I Nengah Sudarma juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan setelah melaksanakan ritual Banyu Pinaruh, terutama di area pantai, sungai, dan sumber mata air yang digunakan. “Melestarikan budaya bukan hanya tentang menjalankan tradisi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan agar generasi mendatang tetap bisa merasakan manfaatnya,” pungkasnya.

Di tempat terpisah, Komandan Kodim 1626/Bangli, Letkol Kav. I Ketut Artha Negara, S.H., M.I.P., menyampaikan apresiasinya terhadap keterlibatan Babinsa dalam mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan masyarakat, termasuk dalam upacara Banyu Pinaruh. “Kehadiran Babinsa dalam kegiatan ini merupakan bagian dari tugas mereka untuk selalu berada di tengah masyarakat, memberikan rasa aman, serta memastikan setiap prosesi adat dan keagamaan berjalan dengan tertib dan lancar. Ini adalah wujud nyata dari komitmen TNI dalam mendukung dan menjaga kelestarian budaya serta kearifan lokal,” ujar Dandim.

Lebih lanjut, Dandim menekankan bahwa keterlibatan aparat dalam kegiatan sosial dan keagamaan juga bertujuan untuk memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat. Menurutnya, keamanan dan ketertiban bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga perlu dukungan dari seluruh elemen masyarakat. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keharmonisan, saling menghormati antarumat beragama, serta melestarikan nilai-nilai budaya yang menjadi warisan leluhur kita,” tambahnya.

Dengan adanya pengamanan dan monitoring dari jajaran TNI, diharapkan pelaksanaan tradisi Banyu Pinaruh dapat terus berlangsung dengan aman, khidmat, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual serta kebersamaan di tengah masyarakat,” pungkas Dandim.

Masyarakat yang hadir dalam prosesi ini menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Babinsa. Dengan adanya pengawasan dari aparat, mereka dapat melaksanakan ritual dengan lebih khidmat dan nyaman. “Dengan terselenggaranya Banyu Pinaruh secara aman dan tertib, diharapkan tradisi ini tetap terjaga sebagai bagian dari warisan budaya dan spiritual umat Hindu di Bali,” ujar salah satu warga.
(Pendim 1626/Bangli)