Rulet, blackjack ve slot oyunlarını deneyimlemek için bettilt giriş sayfasına giriş yapılmalı.

Babinsa Desa Landih Koramil 01/Bangli Dampingi Program Pemberian Makanan Tambahan Untuk Anak Kategori Stunting

Bangli – Dalam upaya mendukung program percepatan penanggulangan stunting, Babinsa Desa Landih, Koramil 01/Bangli, Kodim 1626/Bangli, Serma I Komang Juni Suantara, melaksanakan pendampingan kunjungan rumah keluarga dengan anak kategori stunting di Banjar Penaga, Desa Landih, Kecamatan/Kabupaten Bangli. Kamis (06/02/25).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi bagi anak-anak stunting melalui pemberian makanan tambahan (PMT) yang terdiri dari daging ayam, telur, dan ikan nila. Program ini diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Landih sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesehatan dan tumbuh kembang anak secara optimal.

Tampah terlihat hadir dalam kegiatan Ketua TP PKK Desa Landih, Babinsa Desa Landih, Kasi Pelum Desa Landih, Kelian Banjar Dinas Palaktiying dan Buayang serta Staf Desa Landih.

Dalam kesempatan itu, Babinsa, Serma I Komang Juni Suantara menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk membantu menurunkan angka stunting di desa tersebut. “Kami berharap dengan pemberian makanan tambahan ini, anak-anak yang mengalami stunting dapat memperoleh gizi yang lebih baik dan tumbuh dengan optimal. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memastikan generasi yang sehat dan produktif di masa depan,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, Serma I Komang Juni Suantara menegaskan bahwa program penanggulangan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan peran serta masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga. “Kami terus mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap pentingnya pemenuhan gizi sejak dini. Pemberian makanan tambahan ini hanyalah salah satu langkah, namun kesadaran akan pola makan sehat harus terus ditingkatkan,” tuturnya.

Di tempat terpisah, Komandan Kodim 1626/Bangli, Letkol Kav. I Ketut Artha Negara, S.H., M.I.P., mengungkapkan dukungannya terhadap program penanggulangan stunting di wilayahnya. “Kami dari Kodim 1626/Bangli selalu mendukung penuh program-program yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam menanggulangi stunting. Kami percaya bahwa dengan kerjasama yang baik antara TNI, pemerintah, dan masyarakat, kita dapat mengatasi masalah stunting dan menciptakan generasi yang lebih sehat dan siap menghadapi tantangan,” ujar Dandim.

Dandim juga menekankan, bahwa peran aktif seluruh pihak sangat penting dalam mewujudkan program ini. “TNI tidak hanya menjalankan tugas operasional, tetapi juga berkomitmen mendukung kegiatan sosial yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Melalui pendekatan yang holistik dan kerjasama yang baik, kami yakin kita dapat mewujudkan masa depan yang lebih sehat bagi anak-anak Indonesia,” tambahnya.

Pemerintah Desa Landih, bersama dengan instansi terkait, berkomitmen untuk terus memperkuat upaya penanggulangan stunting dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat guna mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan.
(Pendim 1626/Bangli)

Cegah DBD di Wilayah Desa Binaan, Babinsa Koramil 02/Susut Dampingi Fogging

Bangli – Sebagai bentuk kewaspadaan dan cegah dini terhadap munculnya penyakit demam berdarah dengue (DBD), Sertu I Gede Sukadana Babinsa Koramil 1626-02/Susut bersama Petugas Kesehatan melaksanakan pendampingan kegiatan Fogging atau penyemprotan insektisida di Desa Demulih Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli. Kamis (06/02/25)

Fogging atau pengasapan lingkungan rumah-rumah warga dilakukan sebagai salah satu metode pengendalian faktor penyebab penyakit DBD, dengan menggunakan mesin yang dapat mengeluarkan asap berisi insektisida. Insektisida inilah yang kemudian akan bekerja membunuh nyamuk dewasa penyebab menyebarnya penyakit DBD.

Seijin Dandim 1626/Bangli Letkol Kav I Ketut Artha Negara S.H., M.I.P. saat dikonfirmasi Kamis (6/2/25) Babinsa Sertu Sukadana mengatakan dengan adanya program dari Dinas Kesehatan melaksanakan fogging diharapkan bisa membantu masyarakat dalam upaya cegah dini timbulnya penyakit DBD.

“Kami menghimbau kepada warga yang rumahnya belum di fogging agar menutupi barang-barangnya seperti alat makan, baju, atau pakaian agar ditempatkan yang rapat. Jangan biarkan ada makanan atau bahan makanan yang diletakkan di tempat terbuka dan buka jendela lebar-lebar agar terjadi pertukaran udara. Langkah ini dilakukan untuk mencegah efek samping atau dampak negatif yang mungkin terjadi setelah dilakukan penyemprotan atau pengasapan,” kata Babinsa.

“Karena pengasapan lebih efektif sesuai fungsinya disemprotkan ke seluruh bagian rumah dan apabila dilakukan di luar rumah saja atau hanya di teras rumah, tentu nyamuk yang bersembunyi di kamar tidak ikut mati,” imbuhnya.

Fogging bertujuan untuk mengurangi populasi nyamuk, sehingga risiko penularan penyakit akibat gigitan nyamuk pun dapat ditekan. Namun, cara ini bukan satu-satunya upaya untuk memberantas nyamuk. Kegiatan pencegahan yang disebut 3M juga dianjurkan untuk dilakukan, karena dinilai lebih efektif dibandingkan hanya fogging saja.

“Kami juga menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan pencegahan dengan selalu peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitarnya dan melakukan cara 3M, yaitu Menguras bak mandi, Menutup tempat penampungan air dan Mengubur barang-barang bekas yang tidak diperlukan lagi, “pungkasnya.
(Pendim 1626/Bangli)

Babinsa Jehem Koramil 03/Tembuku Bersama PPL Dampingi Petani Cek Tanaman Padi di Subak Batuaji Desa Jehem

Bangli – Bertempat di Subak Batuaji Banjar Dinas Tambahan Bakas Desa Jehem Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, Babinsa Desa Jehem Koramil 1626-03/Tembuku Sertu Kadek Muliana bersama PPL melaksanakan
Pendampingan Pengecekan Tanaman Padi yang terserang hama Tikus di Subak Batuaji oleh POPT Kecamatan Tembuku Kabupaten Bangli, di lahan petani sawah milik an. Dewa Suarjaya dimana dengan luas sawah 0,30 Ha.pada hari kamis (06/02/25)

Babinsa mengatakan Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan motivasi kepada para petani agar terus bersemangat dalam merawat tanaman padi mereka. Peran Babinsa sangat penting, mulai dari penanaman hingga padi mulai berisi.

“Kami sekalu Babinsa Setempat selalu memberikan perhatian khusus kepada setiap tahapan pertumbuhan padi, mengingat jika ada kendala atau hama yang menyerang, masalah tersebut harus segera ditangani agar tidak menghambat pertumbuhan padi yang berujung pada hasil panen”

“Kami juga selalu berupaya mengawal perkembangan tanaman padi sampai musim panen tiba guna mendukung program pemerintah dalam mencapai swasembada pangan”

Secara terpisah, Dandim 1626/Bangli Letkol Kav I Ketut Artha Negara, S.H., M.I.P. mengatakan kegiatan pendampingan tersebut merupakan bagian dari implementasi program pangan nasional yang telah diprogramkan oleh pemerintah pusat. Melalui pendampingan secara terpadu kepada petani di desa binaan, Babinsa berperan penting dalam mewujudkan ketahanan pangan yang stabil, serta mendukung petani untuk meraih hasil panen yang lebih melimpah.

“Sebagai aparatur kewilayahan pihaknya juga bertanggung jawab untuk mendukung program tersebut dengan selalu siap membantu petani mulai penyiapan lahan hingga panen untuk meningkatkan produksi padi di wilayah binaan” Ungkap Dandim
(Pendim 1626/Bangli)

Komsos Dengan kepala Desa Babinsa Koramil 04/Kintamani Ajak Jaga Keamanan dan Kebersihan Lingkungan

Bangli – Keakraban kepada kepala desa dan warga binaan merupakan salah satu tugas pokok Babinsa. Salah satunya yaitu dengan melakukan komunikasi sosial dalam menciptakan interaksi serta kekompakan antara Babinsa dan kepala desa serta warga binaannya. Inilah yang dilakukan oleh Babinsa desa Abangsongan Sertu Pande Ketut Suarca dalam menjalin keakraban dan Melaksanakan Komsos dengan kepala Desa Abangsongan Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Kamis (06/02/25).

Sertu Pande Ketut Suarca mengatakan bahwa salah satu wujud keberhasilan seorang Babinsa adalah kedekatan dan keakraban dalam menjalin silaturahmi, selain itu juga Babinsa harus selalu ada ditengah-tengah warganya dalam menyelesaikan berbagai macam permasalahan yang terjadi di wilayah.

“Salah satu tugas pokok Babinsa adalah membina di wilayah teritorial dihadapkan dengan berbagai macam persoalan namun apabila kita sudah manunggal dengan warga, permasalahan apapun akan dapat segera terselesaikan”, ucap Sertu Pande Ketut Suarca

Selain bisa dekat dengan warga dan berkomunikasi yang baik sehingga akan mendapatkan berbagai informasi dan perkembangan situasi yang ada, demikian juga halnya, kegiatan ini untuk mempererat tali silaturahim dan kerja sama yang baik dalam rangka mendukung tugas pokok Babinsa serta terwujudnya Kemanunggalan TNI dengan rakyat,”tuturnya.

Sertu Pande Ketut Suarca juga menyampaikan pentingnya peran serta seluruh warga dalam menjaga keamanan di Desa, karena menjaga keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat keamanan saja, namun juga menjadi tanggung jawab bersama.

“Karena itu, diharapkan kerjasama dari seluruh warga untuk terus meningkatkan kewaspadaan, guna memelihara stabilitas keamanan di Desa Abangsongan bila terjadi hal-hal yang menonjol agar segera memberitahukannya kepada Babinsa maupun Bhabinkamtibmas, agar segera dapat langsung ditindaklanjuti sehingga keamanan dan kenyamanan warga dalam kehidupan sehari-hari dapat terjaga,” pungkasnya.
(Pendim 1626/Bangli)