Rulet, blackjack ve slot oyunlarını deneyimlemek için bettilt giriş sayfasına giriş yapılmalı.

Piodalan di Pura Pujangga Sakti Kodim 1626/Bangli, Bentuk Syukur dan Memohon Keselamatan

Bangli – Kodim 1626/Bangli menggelar upacara keagamaan Piodalan di Pura Pujangga Sakti Makodim 1626/Bangli yang dipimpin oleh Ida Pedanda Putra Sekaton dari Griya Bitra, Gianyar, Piodalan ini dihadiri oleh Dandim 1626/Bangli, Letkol Kav I Ketut Artha Negara, S.H., M.I.P., beserta Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXIX Kodim 1626/Bangli Koorcab Rem 163/WSA, Ny. Yuni I Ketut Artha Negara, anggota militer, PNS, dan keluarga besar umat Hindu Kodim 1626/Bangli. Sabtu (16/11/24).

Rangkaian Upacara Piodalan dimulai dengan prosesi Mecaru(korban suci) sebagai simbol penyucian alam semesta. Selanjutnya, dilakukan Metetangi dan Mereresik untuk mempersiapkan pelaksanaan inti upacara Piodalan.

Pada puncaknya, seluruh umat hindu Kodim 1626/Bangli melaksanakan sembahyang bersama di Pura Pujangga Sakti. Dengan penuh khidmat, doa dipanjatkan untuk memohon keselamatan, kedamaian, dan keberkahan. Setelah itu, prosesi Nunas Tirta dilakukan sebagai bagian dari penyucian diri.

Komandan Kodim 1626/Bangli, Letkol Kav I Ketut Artha Negara, S.H., M.I.P., menyampaikan bahwa upacara ini merupakan wujud rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas segala berkah dan perlindungan yang diberikan. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk menjaga harmoni spiritual di lingkungan Kodim dan memohon keselamatan dalam melaksanakan tugas sebagai prajurit TNI.

“Melalui Piodalan ini, kami berharap dapat memperkuat nilai-nilai spiritual dan kebersamaan, serta memohon kelancaran dan keberkahan dalam menjalankan tugas negara,” ujarnya.

Dandim juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi momen untuk mempererat kebersamaan seluruh keluarga besar Kodim. “Kehadiran seluruh anggota beserta keluarganya dalam upacara ini mencerminkan kekuatan dan solidaritas spiritual dalam menjalankan tugas negara dan kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari tradisi keagamaan Hindu, Piodalan di Pura Pujangga Sakti juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan spiritual, lingkungan, dan harmoni sosial. Kegiatan ini diharapkan terus menjadi bagian dari rutinitas spiritual di lingkungan Kodim 1626/Bangli, demi mendukung kelancaran tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara.
(Pendim 1626/Bangli)

Pengamanan Dan Pengawalan Kegiatan Melasti / Nyegara Gunung oleh Babinsa Koramil 01/Bangli Bersama Babinkamtibmas, dan Pecalang Desa Tamanbali

Bangli – Rangkaian upacara Piodalan dan Ngusaba “Jumun Sari” ini merupakan salah satu bentuk penghormatan dan persembahan umat Hindu terhadap Ida Betara yang berstana di Pura Penataran Puseh Bale Agung. Masyarakat berharap agar upacara ini membawa berkah serta kedamaian bagi seluruh warga Desa Tamanbali dan sekitarnya.

Dengan hal itu, Babinsa Desa Tamanbali, Koramil 01/Bangli, Kodim 1626/Bangli, Peltu I Wayan Sujana, bersama Bhabinkamtibmas Desa Tamanbali, serta Pecalang Adat dari Desa Adat Umanyar dan Desa Adat Jelekungkang, telah melaksanakan pengawalan sekaligus pengamanan kegiatan Melasti atau Nyegara Gunung. Ritual suci ini dilakukan oleh umat Hindu di Desa Tamanbali sebagai bagian dari rangkaian upacara Piodalan dan Ngusaba “Jumun Sari” pada hari purnama kelima bertempat di Dusun Jelekungkang, Desa Tamanbali, Kecamatan Bangli Kabupaten Bangli. Jumat (15/11/24).

Kegiatan Melasti dimulai di Pura Penataran Puseh Bale Agung Jelekungkang dan dilanjutkan dengan perjalanan menuju Pura Tirta Empul Tampaksiring. Melasti, yang juga dikenal dengan istilah Nyegara Gunung, adalah prosesi penyucian diri yang bertujuan untuk membersihkan segala unsur negatif dalam diri dan lingkungan, sekaligus memohon berkah dan kesucian.

Peltu I Wayan Sujana menyampaikan, “Kami bersama Babinkamtibmas dan pecalang adat berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban dalam pelaksanaan kegiatan Melasti ini. Tujuannya agar umat Hindu yang beribadah dapat melaksanakan ritualnya dengan khusyuk dan aman. Kegiatan seperti ini juga memperlihatkan semangat gotong royong serta kebersamaan antara aparat dan masyarakat dalam menjaga tradisi.” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa peran serta seluruh elemen masyarakat, termasuk pecalang adat, sangat penting dalam menjaga adat dan budaya yang ada di Desa Tamanbali. Kegiatan Melasti yang berlangsung dari Pura Penataran Puseh Bale Agung Jelekungkang menuju Pura Tirta Empul Tampaksiring ini diharapkan menjadi wujud kebersamaan dan kedamaian antarwarga desa.

Prosesi Melasti atau Nyegara Gunung ini merupakan ritual penyucian diri, di mana umat memohon kesucian dan berkah, serta membersihkan diri dari pengaruh-pengaruh negatif sebelum upacara utama. Rangkaian ini diharapkan membawa berkah serta ketenangan bagi seluruh masyarakat desa,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Komandan Distrik Militer (Dandim) 1626/Bangli, Letkol Kav I Ketut Artha Negara, S.H., M.I.P., memberikan apresiasi atas kesiapan dan koordinasi yang baik dalam pelaksanaan pengamanan ini.
“Prosesi Melasti ini adalah bagian penting dari budaya dan tradisi yang harus kita jaga bersama. Saya sangat menghargai sinergi antara aparat Babinsa, Babinkamtibmas, dan pecalang adat dalam menjaga keamanan dan ketertiban kegiatan ini,” ujar Dandim.

Dandim juga menambahkan, “Kehadiran kami di sini bukan hanya untuk memastikan keamanan, tetapi juga untuk mendukung umat Hindu dalam melaksanakan kegiatan keagamaannya dengan aman dan nyaman. Tradisi seperti Melasti merupakan warisan leluhur yang harus terus dilestarikan. Kami sebagai aparat memiliki tanggung jawab untuk mendukung dan menjaga agar setiap rangkaian upacara dapat berjalan tanpa hambatan.” ungkap Dandim.

Kegiatan Melasti ini berlangsung dari Pura Penataran Puseh Bale Agung Jelekungkang hingga Pura Tirta Empul Tampaksiring. Selain memastikan keselamatan para peserta, pengamanan yang dilakukan juga untuk memastikan arus lalu lintas dan kegiatan masyarakat sekitar tetap kondusif.
“Prosesi Melasti atau Nyegara Gunung, yang diikuti umat Hindu Desa Tamanbali, merupakan wujud penyucian diri dengan tujuan memohon berkah dan membersihkan diri dari pengaruh negatif. Dengan kolaborasi antara berbagai elemen masyarakat dan aparat, kegiatan ini diharapkan membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh warga desa,” pungkas Dandim.
(Pendim 1626/Bangli)

Babinsa Desa Undisan Koramil 03/Tembuku Hadiri Resepsi Pernikahan Warga Binaan

Bangli – Sebagai seorang Babinsa yang dikenal Akrab dengan Warganya Babinsa Koramil 03/Tembuku Kodim 1626/Bangli Serda I Nyoman Suganda menghadiri undangan resepsi perkawinan salah satu warga Binaan di Desa Undisan Kecamatan Tembuku Kabupaten Bangli. Jumat (14/11/24)

Kehadiran Babinsa di acara tersebut untuk menjalin silaturahmi dengan warga yang sedang melangsungkan acara dan para warga setempat serta tamu undangan yang hadir dalam acara.

Babinsa Serda I Nyoman Suganda memberikan ucapan selamat dan do’a restu, semoga kedua mempelai menjadi keluarga yang bahagia

Babinsa juga melaksanakan Komsos dengan para tamu undangan serta warga masyarakat setempat dalam komsosnya membahas tentang pentingnya menjalin kerukunan hidup antara sesama warga, selalu memiliki rasa saling menghormati dan memiliki jiwa kebersamaan serta tertanam sifat gotong royong.

Dandim 1626/Bangli Letkol Kav I Ketut Artha Negara, S.H., M.I.P. mengatakan Sebagai seorang Babinsa memang harus selalu memonitor setiap kegiatan di wilayah dalam bentuk apapun dan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kedekatan dengan warga sehingga kemanunggalan TNI dengan rakyat tetap terjaga. ungkap Dandim
(Pendim 1626/Bangli)