Rulet, blackjack ve slot oyunlarını deneyimlemek için bettilt giriş sayfasına giriş yapılmalı.

Penyuluhan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat dalam Rangka Kegiatan Non Fisik TMMD Ke-120 Kodim 1626/Bangli

Bangli – Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan perlindungan terhadap anak-anak, Satgas TMMD Kodim 1626/Bangli menggelar sosialisasi mengenai Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM). Acara ini dilaksanakan di Wantilan Pura Pandean Banjar Tiga, Desa Tiga, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli. Penyuluhan ini merupakan bagian dari sasaran non-fisik TMMD yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam memahami dan melaksanakan perlindungan terhadap anak.

Sang Ayu K. Suarning, S.H., M.Pd.H, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos P3A Kabupaten Bangli menjadi Narasumber dalam kegiatan tersebut. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Pasi Terdim 1626/Bangli, Kapten Inf I Dewa Gede Yudawan dan Perbekel Desa Tiga, I Putu Merta Utama, S.E.,.

PATBM adalah sebuah gerakan yang diinisiasi oleh masyarakat dengan tujuan utama untuk melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi. Narasumber dalam paparannya menjelaskan bahwa perlindungan anak adalah segala kegiatan yang menjamin dan melindungi hak-hak anak agar mereka dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan. Perlindungan ini juga mencakup upaya untuk melindungi anak dari berbagai bentuk kekerasan dan diskriminasi.

Beliau menekankan bahwa perlindungan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga harus melibatkan berbagai unsur masyarakat. “Perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat adalah pendekatan yang menggabungkan semua aspek dan komponen dalam kegiatan perlindungan anak, di mana masyarakat menjadi ujung tombak dalam mencegah dan mengatasi masalah kekerasan terhadap anak,” ujarnya.

Sang Ayu juga menguraikan pentingnya sinergi antara masyarakat dengan pemerintah, dunia usaha, dan pihak-pihak terkait lainnya dalam mewujudkan perlindungan anak yang komprehensif. Menurutnya, peran aktif masyarakat sangat krusial dalam mengenali, menelaah, dan mengambil inisiatif dalam mencegah serta memecahkan permasalahan yang ada secara mandiri.

Dalam kegiatan ini, berbagai aspek mengenai kekerasan terhadap anak dibahas secara mendalam. Dijelaskan bahwa kekerasan terhadap anak bisa berupa kekerasan fisik, psikis, seksual, dan sosial. Kekerasan fisik meliputi tindakan yang menyebabkan cedera atau kesakitan pada anak, sementara kekerasan psikis meliputi perlakuan yang menyebabkan tekanan emosional atau mental. Kekerasan seksual mencakup segala bentuk pemaksaan atau eksploitasi seksual terhadap anak, dan kekerasan sosial mencakup penelantaran atau tindakan yang menghambat hak-hak sosial anak.

Selain itu dipaparkan berbagai program yang dijalankan oleh Dinas Sosial dalam menangani permasalahan sosial di Kabupaten Bangli. Program-program tersebut meliputi penanganan masalah kemiskinan, kedisabilitasan, keterlantaran, korban bencana, dan masalah kependudukan. Semua program ini, menurutnya, secara tidak langsung juga berperan dalam upaya perlindungan anak karena banyak anak yang menjadi korban dari permasalahan-permasalahan tersebut.

Gerakan PATBM bertujuan untuk mencegah kekerasan terhadap anak, menangani kasus-kasus kekerasan yang terjadi, dan memberdayakan anak-anak serta keluarga mereka untuk dapat melakukan reintegrasi sosial. Dengan demikian, diharapkan anak-anak yang menjadi korban kekerasan dapat kembali hidup normal dan berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan masyarakat.

Narasumber juga menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat agar terjadi perubahan pemahaman, sikap, dan perilaku yang memberikan perlindungan kepada anak. “Kita harus mengubah pola pikir masyarakat bahwa perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab orang tua, tetapi tanggung jawab kita semua,” tegasnya.

Kegiatan sosialisasi ini mendapatkan sambutan yang sangat positif dari masyarakat Desa Tiga. Banyak peserta yang merasa tercerahkan dan berkomitmen untuk mendukung gerakan PATBM. Mereka menyadari bahwa peran mereka sangat penting dalam mencegah dan menangani kasus kekerasan terhadap anak.

Dansatgas TMMD ke 120 Kodim 1626/Bangli, Letkol Kav I Ketut Artha Negara, S.H., M.I.P menjelaskan Penyuluhan tentang Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat yang diselenggarakan dalam rangka TMMD Ke-120 Kodim 1626/Bangli ini menjadi langkah awal yang sangat penting dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap perlindungan anak. Dengan sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai pihak terkait, diharapkan upaya perlindungan anak di Kabupaten Bangli dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak positif yang nyata bagi kesejahteraan anak-anak.

” Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga wadah untuk membangun komitmen bersama dalam melindungi masa depan generasi muda. Dengan adanya gerakan PATBM, diharapkan anak-anak di Kabupaten Bangli dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh kasih sayang.” ujar Dansatgas

Jalan Baru di Desa Tiga Menjadi Magnet Aktivitas Warga, Belum Diresmikan, Sudah Dimanfaatkan Warga Masyarakat

Bangli – Antusiasme warga terhadap pembangunan infrastruktur baru di daerah mereka terlihat jelas di Desa Tiga, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli. Meski belum diresmikan secara resmi, jalan baru yang dibangun dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-120 Kodim 1626/Bangli sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Jalan tersebut kini menjadi pusat aktivitas warga, terutama pada sore hari ketika banyak orang keluar untuk berolahraga.

Program TMMD merupakan salah satu upaya TNI untuk mendukung pembangunan di pedesaan dan daerah terpencil, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat. Pada TMMD ke-120 ini, Kodim 1626/Bangli membangun infrastruktur yang sangat dinantikan oleh warga. Jalan baru yang dibangun membentang sepanjang 1,5 kilometer, menghubungkan desa Tiga Kecamatan Susut dan Desa Kayubihi Kecamatan Bangli.

Meski secara formal belum diresmikan, antusiasme warga untuk memanfaatkan jalan baru ini sangat tinggi. Setiap sore, suasana di sekitar jalan baru ini menjadi hidup dengan aktivitas warga yang berolahraga. Banyak warga yang terlihat joging dan bersepeda, menikmati udara segar dan pemandangan alam yang indah di sepanjang jalan tersebut. Jalan yang mulus dan lebar menjadi daya tarik tersendiri bagi warga untuk beraktivitas fisik.

Komandan Kodim 1626/Bangli, Letkol Kav I Ketut Artha Negara, S.H., M.I.P selaku Dansatgas TMMD ke 120 Kodim 1626/Bangli menyatakan bahwa pembangunan jalan ini merupakan bagian dari komitmen TNI untuk mendukung pembangunan di daerah pedesaan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Kami berharap jalan ini dapat memberikan manfaat besar bagi warga. Meskipun belum diresmikan, kami senang melihat antusiasme warga yang sudah memanfaatkan fasilitas ini dengan baik,” ujarnya.

Jalan baru ini juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian lokal. Dengan akses yang lebih baik, distribusi barang dan jasa menjadi lebih lancar. Petani dan pengrajin lokal kini memiliki akses yang lebih mudah untuk menjual produk mereka ke pasar yang lebih luas.

Letkol Kav I Ketut Artha Negara mengingatkan pentingnya partisipasi aktif warga dalam merawat jalan ini agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang. “Kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan keutuhan jalan ini. Jangan sampai jalan yang sudah dibangun dengan susah payah menjadi rusak karena kurang perawatan,” imbaunya.

Pembangunan jalan dalam program TMMD ke-120 Kodim 1626/Bangli merupakan bukti nyata sinergi antara TNI, Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Meski belum diresmikan, antusiasme warga yang sudah memanfaatkan jalan ini menunjukkan betapa pentingnya infrastruktur bagi kehidupan sehari-hari. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan manfaat dari pembangunan ini dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat dan membawa Bangli menuju masa depan yang lebih baik.

Babinsa Koramil 01/Bangli Dampingi Vaksinasi Rabies dan Ikut Berperan Dalam Memberikan Edukasi Virus Rabies

Bangli – Dalam rangka menangkal penyebaran penyakit rabies di wilayah Kecamatan Bangli sebagai upaya menjaga kesehatan dan keselamatan hewan peliharaan, Babinsa Koramil 01/Bangli, Kodim 1626/Bangli Serma I Komang Juni Suantara bersama Bhabinkamtibmas Desa Landih mendampingi vaksinasi rabies yang di selenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Bangli yang bertempat di Wilayah Desa Landih, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli. Selasa (4/6/24).

Dalam kegiatan tersebut, Serma I Komang Juni Suantara turut berperan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi rabies untuk hewan peliharaan mereka.

“Total ada 30 ekor hewan peliharaan yang telah diberikan vaksin oleh DKP3 kabupaten Bangli untuk pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Rabies,” Ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan, bahwa manfaat vaksinasi rabies, sangat baik untuk hewan peliharaan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melindungi hewan peliharaan dari penyakit rabies yang dapat berbahaya bagi kesehatan manusia dan mengajak warga untuk akan pentingnya merawat, menjaga kebersihan, dan melaporkan jika ada hewan liar atau mencurigakan yang terinfeksi rabies. Hal ini sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit rabies,” tutupnya.

Di tempat terpisah Dandim 1626/Bangli, Dandim 1626/Bangli, Letkol Kav I Ketut Artha Negara, S.H.,M.I.P, menjelaskan, Koloborasi TNI/Polri dan DKP3 dalam kegiatan vaksinasi rabies ini sangat penting dan berdampak positif dan harapanya penyebaran penyakit rabies dapat dicegah dan jumlah hewan peliharaan yang terlindungi semakin meningkat serta lingkungan menjadi aman dan sehat.

Dandim Juga menghimbau kepada masyarakat, untuk ikut berperan aktif memberikan informasi kepada petugas bila ada indikasi kasus rabies, serta jika menemukan kasus terkait adanya gigitan hewan peliharaan tersebut diharapkan segera melapor. Hal ini bertujuan untuk menghindari hal hal yang serius dan dapat segera mendapat penanganan lebih lanjut,” Tutupnya.

Jalin Toleransi, Babinsa Desa Demulih Koramil 02/Susut Bantu Persiapan Upacara Ritual Ngaben

Bangli – Toleransi antara Babinsa dgn masyarakat merupakan langkah awal menuju terciptanya kamtibmas yang kondusif. Hubungan yang baik akan mempermudah bagi seorang Babinsa untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat.

Seperti yang dilaksanakan oleh warga masyarakat banjar Tangahan Tengah Desa Demulih yang lagi mempersiapkan upacara ngaben masal yang merupakan binaan Babinsa Koramil 02/Susut Kodim 1626/Bangli, Sertu I Gede Sukadana , Selasa, 4/06/2024, Pagi.

Menyikapi hal tsb, Babinsa Sertu I Gede Sukadana menghadiri kegiatan penyiapan sarana Upacara Ngaben masal warga banjar Tanggahan Tengah Desa Demulih.

Panitia Upacara, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Babinsa dan berharap hubungan dengan Babinsa secara pribadi dan kedinasan tetap terjalin baik.

Sementara itu Kegiatan seperti ini merupakan bentuk kepedulian dan usaha kami untuk senantiasa bersosialisasi dengan masyarakat binaan, sehingga terwujud hubungan yang harmonis dan komunikasi baik bersama warga.

Komandan Kodim 1626/Bangli Letkol Kav I Ketut Artha Negara S.H.,M.I.P menyampaikan “Kegiatan yang dilaksanakan Babinsa selain komunikasi sosial (Komsos) juga merupakan sebagai wujud kepedulian TNI kepada masyarakat, khususnya terhadap warga binaan,” kata Dandim”

Pihaknya juga selalu menyampaikan untuk senantiasa menjalin hubungan yang harmonis dan komunikasi yang baik dengan warga binaan.

Babinsa Koramil 1626-04/Kintamani Mengadiri Purna Wiyata Angkatan Ke 17 Kelas IX SMP Negeri 7 Kintamani

Bangli– Babinsa Koramil 1626-04/Kintamani Serka Dewa Nyoman Alit Adnyana putra menghadiri acara undangan Purna Wiyata Angkatan Ke 17 kelas IX SMP Negeri 7 kintamani, kab Bangli, Selasa (04/6/2024).
Di sela-sela acara Babinsa menyampaikan himbauan tentang Kamtibmas kepada semua warga yang hadir dalam acara perpisahan tersebut. Warga di ingatkan untuk selalu mengunci stang sepeda motornya yang terparkir guna mencegah adanya bahaya Curanmor.
Kepada siswa yang lulus Serka Dewa Nyoman Alit Adnyana putra berpesan agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban sehingga tidak menimbulkan adanya bentuk gangguan Kamtibmas.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada para siswa-siswi yang telah selesai menuntut ilmu di SMP Negeri 7 kintamani dan juga memberi saran untuk meneruskan pembelajarannya ke jenjang yang lebih lanjut sesuai dengan keinginan dan kemampuan, kedepannya diharapkan mampu menjadi generasi bangsa yang dapat dibanggakan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kadis pendidikan Kab. Bangli (Bapak Komang pariartha), Babinsa Desa Sukawana ( Dewa Nyoman Alit), Babinkantibmas Desa Sukawana ( ipda putu Sutarjaya), Bendesa adat Desa Sukawana ( Jero jasa’), kepala Sekolah SMP negeri 7 kintamani ( M.Ali S.pd.m Pd) dan para Guru SMP negeri 7 kintamani
Dandim 1626/Bangli Letkol Kav. I Ketut Artha Negara S.H., M.I.P., menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan wujud kehadiran anggota di lapangan, hal ini bertujuan untuk mendekatkan diri dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Pungkasnya.