Rulet, blackjack ve slot oyunlarını deneyimlemek için bettilt giriş sayfasına giriş yapılmalı.

Satgas TMMD Kodim 1626/Bangli Sukses Selesaikan Beberapa Sasaran Fisik TMMD Ke-120 Jelang Ditutup

Bangli – Satgas TMMD Kodim 1626/Bangli telah berhasil menyelesaikan beberapa sasaran fisik dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-120 yang diadakan di Desa Tiga Kecamatan Susut Kabupaten Bangli. Kegiatan yang berlangsung selama sebulan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat setempat melalui pembangunan infrastruktur.

Salah satu sasaran fisik yang berhasil diselesaikan adalah pembangunan DPT (Dinding Penahan Tanah) sepanjang 110 meter dengan tinggi 9,5 meter. Pembangunan DPT ini sangat penting untuk mencegah longsor dan menjaga kestabilan tanah pada jalan yang dibangun. Dengan adanya dinding penahan tanah ini, diharapkan risiko bencana longsor dapat diminimalisir, sehingga masyarakat sekitar dapat merasa lebih aman dan nyaman saat melewati jalan tersebut.

Selain DPT, Satgas TMMD Kodim 1626/Bangli juga berhasil menyelesaikan pembuatan gorong-gorong beton sepanjang 30 meter. Gorong-gorong ini berfungsi sebagai saluran air yang efektif, sangat vital dalam menjaga kelancaran aliran air dan mencegah genangan yang dapat merusak jalan. Tidak kalah pentingnya, saluran beton sepanjang 500 meter juga telah rampung dikerjakan.

Kebutuhan akan air bersih juga menjadi perhatian utama dalam TMMD ke-120 Kodim 1626/Bangli, sebagai salah satu program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD). Untuk itu, pembuatan sumur bor di tiga titik, yaitu di Banjar Linjong, Banjar Tiga, dan Banjar Temaga, telah berhasil diselesaikan. Sumur bor ini diharapkan dapat menjadi sumber air bersih yang layak konsumsi bagi warga setempat.

Dengan sisa waktu kurang dari seminggu, Satgas TMMD Kodim 1626/Bangli masih terus bekerja keras untuk menyelesaikan beberapa sasaran fisik lainnya diantaranya pengerasan Jalan sepanjang 1.5 kilometer, rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan pembangunan MCK milik I Wayan Ranis serta rehab bale piasan Pura Puseh Penyungsung Banjar Buungan.

Masyarakat Desa Tiga menyambut baik berbagai pembangunan fisik yang telah dilakukan dalam TMMD ke-120 Kodim 1626/Bangli ini. Warga Banjar Linjong, Banjar Tiga, dan Banjar Temaga merasa sangat terbantu dengan adanya sumur bor baru yang menyediakan air bersih secara memadai. Mereka juga mengapresiasi upaya TNI dalam membangun infrastruktur yang meningkatkan kualitas hidup mereka.

Keberhasilan TMMD ke-120 ini tidak lepas dari semangat gotong royong dan kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Setiap elemen masyarakat bahu-membahu dalam proses pembangunan, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.

Dandim 1626/Bangli, Letkol Kav I Ketut Artha Negara, S.H., M.I.P selaku Dansatgas TMMD ke 120 Kodim 1626/Bangli menyatakan rasa bangganya atas kerja keras dan kerjasama semua pihak yang terlibat. “Kami sangat bangga dengan hasil yang telah dicapai. Ini adalah bukti nyata bahwa dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kita bisa melakukan banyak hal untuk kesejahteraan masyarakat. TMMD ke-120 ini bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang membangun semangat kebersamaan dan kemanunggalan TNI dan Rakyat,” ungkapnya.

Harapannya, program TMMD ini dapat terus berlanjut di masa mendatang, dengan cakupan yang lebih luas dan dampak yang lebih signifikan. TNI dan pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan di wilayah pedesaan, memastikan bahwa setiap warga negara dapat menikmati kualitas hidup yang lebih baik.

Dengan selesainya beberapa sasaran fisik ini, TMMD ke-120 Kodim 1626/Bangli telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Rehab RTLH Milik I Wayan Ranis Hampir Rampung, Satgas TMMD Kodim 1626/Bangli Tuntaskan Proses Pengerjaan

Bangli – Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-120 yang dilaksanakan oleh Satuan Tugas (Satgas) TMMD Kodim 1626/Bangli kini mendekati tahap penyelesaian salah satu sasaran fisik tambahan yaitu rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik I Wayan Ranis warga Desa Tiga, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya TNI AD dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan.

Sebelum program TMMD dilaksanakan, kondisi rumah milik I Wayan Ranis sangat memprihatinkan. Rumah dengan struktur yang kurang kokoh, mengakibatkan penghuni rumah sering merasa tidak nyaman, terutama saat cuaca buruk. Atap yang bocor, dinding yang retak, dan lantai yang tidak rata menjadi pemandangan sehari-hari bagi keluarga I Wayan Ranis.

Satgas TMMD Kodim 1626/Bangli bekerja keras sejak awal program untuk merealisasikan harapan I Wayan Ranis dan keluarganya. Dalam kurun waktu 3 minggu, berbagai kegiatan telah dilakukan untuk mengubah rumah yang dulunya tidak layak huni menjadi tempat tinggal yang nyaman dan aman.

Salah satu aspek yang paling menonjol dari pelaksanaan program TMMD ini adalah keterlibatan aktif masyarakat. Warga Desa Tiga menunjukkan semangat gotong royong yang tinggi, membantu Satgas TMMD dalam berbagai aspek pekerjaan.

Kolaborasi antara Satgas TMMD Kodim 1626/Bangli dan masyarakat juga didukung oleh pemerintah daerah serta berbagai pihak lain. Bantuan material dari pemerintah daerah, serta dukungan logistik dari berbagai organisasi, memastikan kelancaran proses rehab RTLH.

Kini, hasil dari kerja keras Satgas TMMD Kodim 1626/Bangli, Pemerintah daerah dan masyarakat sudah mulai terlihat. Rumah I Wayan Ranis telah berdiri kokoh dengan tampilan yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Atap yang baru, dinding yang kokoh, dan lantai keramik yang rata bagi keluarga I Wayan Ranis.

“Saya tidak pernah membayangkan rumah kami bisa sebaik ini. Terima kasih kepada Satgas TMMD Kodim 1626/Bangli dan semua pihak yang telah membantu. Ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan,” ungkap I Wayan Ranis dengan penuh haru.

Rehabilitasi rumah ini tidak hanya memberikan tempat tinggal yang layak bagi keluarga I Wayan Ranis, tetapi juga membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar. Kegiatan ini menjadi contoh nyata dari keberhasilan program TMMD dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah pedesaan.

Komandan Satgas TMMD ke 120 Kodim 1626/Bangli, Letkol Kav I Ketut Artha Negara, S.H., M.I.P menyatakan bahwa program TMMD merupakan wujud nyata dari upaya TNI AD untuk mendekatkan diri kepada masyarakat dan membantu menyelesaikan berbagai permasalahan di lapangan. “TMMD bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang pembangunan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus melanjutkan program ini di berbagai wilayah,” tegasnya.

Dengan hampir rampungnya pengerjaan rehab RTLH milik I Wayan Ranis, program TMMD ke-120 di Desa Tiga menunjukkan hasil yang sangat positif. Semangat gotong royong dan kebersamaan antara TNI dan masyarakat menjadi modal utama dalam menyelesaikan pekerjaan ini.

Letkol Kav I Ketut Artha mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam program ini. “Kami berharap kerjasama yang baik ini terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi program-program serupa di masa depan,” ujarnya.

Rehabilitasi RTLH merupakan salah satu sasaran fisik dalam program TMMD ke 120 Kodim 1626/Bangli, selain pembangunan jalan, rehab tempat ibadah pura, dan pembuatan sumur bor. Program ini juga mencakup kegiatan non-fisik seperti penyuluhan dan sosialisasi kesehatan, pendidikan, hukum, kamtibmas dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Turut Berpartisipasi Aktif Dalam Pembangunan Desa, Relawan Breaker Desa Tiga Gotong Royong di Lokasi TMMD ke-120 Kodim 1626/Bangli

Bangli – Dalam semangat kebersamaan dan gotong royong yang Relawan Breaker Desa Tiga turut serta dalam kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-120 yang diselenggarakan di Banjar Buungan, Desa Tiga, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata masyarakat dalam pembangunan desa, khususnya dalam pengerjaan jalan sepanjang 1,5 kilometer yang menghubungkan Desa Tiga dengan Desa Kayubihi.

Kegiatan gotong royong yang dilakukan oleh Relawan Breaker Desa Tiga ini dipimpin langsung oleh ketuanya, I Putu Ardana. Kehadiran relawan ini bukan hanya sekedar formalitas, melainkan wujud dari komitmen mereka untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan desa. Menurut Putu Ardana, keterlibatan mereka dalam kegiatan ini bertujuan untuk mendukung Satgas TMMD Kodim 1626/Bangli dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang akan membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Desa Tiga.

Putu Ardana menyampaikan keikutsertaan Relawan Breaker dalam kegiatan TMMD ke-120 ini mereka ingin berpartisipasi nyata dalam membantu Satgas TMMD dalam pengerjaan jalan yang dibangun di desa mereka. Jalan sepanjang 1,5 kilometer ini diharapkan dapat mendorong kesejahteraan masyarakat di sekitarnya, terutama dalam pengembangan ekonomi di bidang pertanian dan perkebunan.

“Jalan ini sangat penting bagi kami. Selain mempermudah akses ke lahan pertanian dan perkebunan, juga akan memudahkan anak-anak kami yang bersekolah di SMK Kayubihi. Dengan adanya jalan yang baik, mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar dan waktu tempuh menjadi lebih singkat,” jelas Putu Ardana.

Putu Ardana menyampaikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada TNI, khususnya Satgas Kodim 1626/Bangli, yang telah bekerja keras membangun serta membuat jalan tersebut. Menurutnya, manfaat dari jalan ini sudah dirasakan oleh masyarakat Desa Tiga, terutama dalam mendukung anak-anak yang bersekolah di SMK Kayubihi. Dengan akses jalan yang lebih baik, anak-anak tidak lagi harus menempuh perjalanan yang sulit dan melelahkan setiap hari.

Dalam kesempatan yang sama, Dan SSK TMMD ke-120, Kapten Cke I Komang Gita, menyampaikan rasa bangganya kepada Relawan Breaker Desa Tiga yang telah menunjukkan partisipasi langsung dalam kegiatan gotong royong. “Keterlibatan masyarakat seperti Relawan Brekker ini sangat kami harapkan. Gotong royong adalah inti dari kekuatan kita dalam membangun desa dan negara yang kita cintai ini. TNI kuat bersama rakyat,” ujar Kapten Cke I Komang Gita.

Kapten Cke I Komang Gita juga menambahkan bahwa kemanunggalan antara TNI dan masyarakat menjadi komponen penting dalam pelaksanaan tugas yang diberikan oleh negara. Partisipasi aktif masyarakat, seperti yang ditunjukkan oleh Relawan Brekker, sangat mendukung keberhasilan program TMMD ke-120 ini. Ia berharap semangat gotong royong ini terus berlanjut dan menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam pembangunan daerahnya masing-masing.

Relawan Brekker Desa Tiga adalah sebuah komunitas radio HT (Handy Talky) yang dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Selama ini, mereka aktif dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk dalam penanggulangan bencana dan aksi kemanusiaan lainnya. Dengan adanya TMMD ke-120, mereka melihat kesempatan untuk kembali berkontribusi bagi desa mereka, kali ini dalam bentuk gotong royong membantu pembangunan infrastruktur.

Putu Ardana menegaskan bahwa semangat gotong royong ini akan terus dijaga oleh komunitasnya. “Kami percaya bahwa dengan bergotong royong, segala tantangan bisa diatasi. Kami akan terus mendukung setiap upaya yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Kegiatan TMMD ke-120 ini menjadi bukti nyata dari sinergi antara TNI dan masyarakat dalam membangun desa. Partisipasi aktif Relawan Brekker Desa Tiga merupakan contoh konkret bagaimana masyarakat bisa turut andil dalam pembangunan daerahnya. Dengan semangat gotong royong, tidak ada yang tidak mungkin untuk dicapai. Infrastruktur yang baik akan membuka jalan bagi berbagai peluang, mulai dari peningkatan ekonomi hingga akses pendidikan yang lebih baik.

Dengan semangat kebersamaan, Desa Tiga dan masyarakatnya berharap dapat terus maju dan berkembang. Partisipasi dalam TMMD ke-120 ini menjadi langkah awal menuju masa depan yang lebih cerah dan sejahtera bagi seluruh warga desa. Seperti yang disampaikan oleh Kapten Cke I Komang Gita, “TNI kuat bersama rakyat, dan bersama rakyat, kita bisa membangun negeri ini menjadi lebih baik.”

Sasaran Non Fisik, Satgas TMMD Ke 120 Kodim 1626/Bangli Gelar Penyuluhan Hukum di Desa Tiga

Bangli – Pentingnya pengetahuan tentang Hukum, Satgas TMMD Ke 120 Kodim 1626/Bangli melaksanakan kegiatan penyuluhan hukum dan tahapan perkara pidana yang gelar di Wantilan Pura Puseh Bale Agung Banjar Adat Linjong, Desa Tiga, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Kamis (30/5/24)

Kegiatan ini merupakan bagian dari sasaran non fisik TMMD Ke-120 Kodim 1626/Bangli TA 2024 dengan tema “Darma Bakti TMMD Mewujudkan Percepatan Pembangunan Di Wilayah.”

Salam acara tersebut dihadiri oleh beberapa tokoh penting dan masyarakat setempat. Di antaranya, Pasi Terdim 1626/Bangli (Kapten Inf I Dewa Gede Yudawan), Jaksa Fungsional Kejari Bangli (I Nyoman Carik Yasa, S.H) yang bertindak sebagai narasumber, serta tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan warga Banjar Adat Linjong Desa Tiga dengan total 40 orang.

Dalam sambutannya Pasi Terdim 1626/Bangli mengucapkan terima kasih kepada warga masyarakat Banjar Linjong atas kehadiran mereka dalam kegiatan penyuluhan ini. Kegiatan ini merupakan dalam rangka melaksanakan kegiatan sasaran non fisik TMMD Ke-120 Kodim 1626/Bangli TA 2024.

Nyoman Carik Yasa, S.H selaku Narasumber langsung dari Kejari Bangli dalam materinya yaitu menjelaskan terkait dengan tahapan penanganan perkara pidana dari penyelidikan, penyidikan, pembuatan berita acara pemeriksaan oleh Kepolisian, setelah berkas perkara lengkap (P21) akan dilaksanakan pelimpahan ke Kejaksaan dibarengi dengan penyerahan tersangka dan barang bukti dari kepolisian ke Kejaksaan, dari Kejaksaan dilimpahkan Pengadilan, di Pengadilan dilaksanakan persidangan (pembuktian) menghasilkan putusan, dan Kejaksaan akan melaksanakan eksekusi berdasarkan putusan,

Lanjut dikatakan bahwa pentingnya ada hukum karena kalau suatu negara tidak ada hukum maka akan berlaku hukum rimba. Hukum adalah peraturan atau adat yang secara resmi dianggap mengikat yang dikukuhkan oleh penguasa atau pemerintah. Hukum juga meliputi aturan berupa undang-undang serta peraturan terkait, kaidah dalam masyarakat, dan keputusan yang ditetapkan oleh penegak hukum.

“Tujuan utamanya adanya hukum adalah untuk mengatur tingkah laku manusia dalam menjaga ketertiban, keadilan sehingga keamanan dan ketertiban terpelihara” tegasnya
(Pendim 1626/Bangli)

Penyuluhan Stunting Pada Sasaran Non Fisik TMMD Ke-120 Kodim 1626/Bangli

Bangli – Untuk mensukseskan program pemerintah dalam pencegahan stunting, Satgas TMMD Ke 120 Kodim 1626/Bangli melaksanakan kegiatan penyuluhan stunting yang bertempat di Wantilan Pura Pandean Banjar Tiga, Desa Tiga, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Sabtu (1/6/24).

Dalam kegiatan penyuluhan dihadiri langsung oleh Dansatgas TMMD Ke 120 Kodim 1626/Bangli Letkol Kav I Ketut Artha Negara, S.H., M.I.P., Pasi Terdim 1626/Bangli (Kapten Inf I Dewa Gede Yudawan), Kasi Promkes Dinkes Kab. Bangli (Hartono Dolok Saribu, S.Km) selaku Narasumber, Perbekel Desa Tiga (I Putu Merta Utama, S.E), Kadus Tiga (I Nengah Parta) dan Ibu-ibu PKK dan Kader Posyandu Desa Tiga.

Hartono Dolok Saribu, S.Km selaku narasumber mengatakan, stunting adalah gagal tumbuh akibat kurangnya asupan gizi, di mana dalam jangka pendek dapat menyebabkan terganggunya perkembangan otak, metabolisme, dan pertumbuhan fisik pada anak. Sementara, dalam jangka panjang, dampak stunting adalah sebagai berikut: Kesulitan belajar. Penyakit jantung dan pembuluh darah,

Pada umumnya gejala stunting baru terlihat saat anak berusia 2 tahun. Stunting merupakan parameter pertumbuhan anak berdasarkan tinggi badan dan enyebab stunting adalah malnutrisi dalam jangka panjang (kronis). Kekurangan asupan gizi ini bisa terjadi sejak bayi masih di dalam kandungan karena ibu tidak mencukupi kebutuhan nutrisi selama kehamilan.

Ia juga menjelaskan tentang langkah-langkah pencegahan stunting, diantaranya adalah pemberian suplemen zat besi dan asam folat bagi ibu hamil, pemberian Vitamin A dan zat besi bagi anak usia 6-59 bulan, pemberian tablet tambah darah, pendidikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan keluarga, penyuluhan mengenai praktik sanitasi dan kebersihan lingkungan.

Dandim 1626/Bangli selaku Dansatgas TMMD Ke 120 Kodim 1626/Bangli Letkol Kav I Ketut Artha Negara, S.H., M.I.P., mengatakan bahwa kegiatan penyuluhan stunting ini merupakan salah satu sasaran non fisik pada kegiatan TMMD ke 120 Kodim 1626/Bangli.

“Dengan kegiatan penyuluhan penanganan serta pencegahan stunting yang digelar ini diharapkan dapat membantu upaya dari pemerintah dalam mencegah dan menurunkan angka stunting yang terjadi khususnya di Kabupaten Bangli,” ujarnya.

Program stunting merupakan program nasional yang harus dilaksanakan dari tingkat pusat sampai daerah, pencegahan stunting tidak bisa dilakukan oleh orang kesehatan atau instansi tertentu tetapi harus dilakukan oleh seluruh elemen, tokoh masyarakat, dengan kesadaran penuh akan dampak negatif stunting untuk kehidupan masyarakat kedepan.

“Dengan dilaksanakan penyuluhan stunting diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi yang baik dan pola hidup sehat, sehingga dapat mencegah dan menurunkan angka stunting sesuai dengan program yang dicanangkan oleh pemerintah pusat,” tutupnya.
(Pendim 1626/Bangli)

Pastikan Berjalan Lancar, Babinsa Koramil 03/Tembuku Amankan Pementasan Calonarang di Desa Binaan

Bangli – Guna memastikan kegiatan yang ada di desa binaan berjalan aman dan lancar bertempat di Pura Dalem Br. Nyanglan Kaja, Desa Bangbang, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, Babinsa Bangbang Koramil 03/Tembuku Kodim 1626/Bangli Pelda Kadek Widiarta bersama Bhabinkamtibmas dan Pecalang memantau dan melaksanakan pengamanan pelaksanaan pementasan tarian calonarang dalam rangka Piodalan pada jumat malam (31/05/2023).

Di sela-sela kegiatan Babinsa Bangbang Pelda Kadek Widiarta mengatakan kami akan selalu hadir di tengah tengah masyarakat di setiap kegiatan di wilayah binaan karena merupakan tugas dan tanggung jawab sebagai aparat kewilayahan.

“Kehadiran Babinsa merupakan bentuk pelayanan serta partisipasi untuk mendukung kegiatan masyarakat binaannya” Ungkapnya

“Disamping itu pengamanan yang dilakukannya Babinsa bersama Bhabinkamtibmas dan pecalang adalah wujud sinergitas dirinya bersama dalam mensukseskan pementasan calonarang ini” Tambahnya.

Di tempat terpisah, Dandim 1626/Bangli Letkol Kav I Ketut Artha Negara, S.H., M.I.P, mengatakan bahwa pihaknya melalui Babinsa selalu hadir dan turut serta mendukung berbagai kegiatan di wilayah binaan dengan memonitor dan memberikan bantuan pengamanan bersama instansi maupun komponen lainnya untuk menjaga keamanan di wilayah sehingga memantapkan kemanunggalan antara TNI dengan rakyat. Ungkap Dandim

Babinsa Desa Apuan Koramil 02/Susut Pantau Objek Wisata Air Terjun Tibumana

Bangli – Air Terjun Tibumana menjadi salah-satu wisata alam air terjun yang ada di Bali, dan selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan, baik lokal maupun internasional. Salah-satu alasannya karena jalur atau tracking menuju lokasi utama sudah tertata secara baik, serta sajian keindahan di sepanjang jalurnya.
Kondisi jalan yang mulus, hamparan sawah, pemandangan ornamen yang artistik di setiap rumah, adalah sajian pesona keindahan sebelum sampai di lokasi wisata Air Terjun Tibumana.

Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan para wisatawan yang berkunjung ke objek wisata, Serka Ketut Rediada Selaku Babinsa desa Apuan Koramil 02/Susut Kodim 1626/Bangli, melakukan monitoring dan pemantauan di tempat tersebut. Sabtu, 1 Juni 2024.

Letkol Kav I Ketut Artha Negara S.H.,M.I.P. selaku Komandan Kodim 1626/Bangli melalui Babinsa Serka Rediada menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan pengamanan ini dilaksanakan secara rutin sebagai langkah dan upaya dalam menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan yang datang ke obyek wisata Tibumana, yang terletak di Desa Apuan Kecamatan Susut Kabupaten Bangli.

Selama kegiatan monitoring, kami juga memberikan himbauan kepada masyarakat yang sedang beraktivitas di area wisata untuk selalu menjaga faktor keselamatan dan keamanan.Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa wisatawan dapat menikmati pengalaman wisata dengan aman dan nyaman.

Upaya pengamanan di tempat obyek wisata tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan Babinsa untuk memastikan bahwa masyarakat yang datang berlibur dan berwisata merasa nyaman dan aman.