Rulet, blackjack ve slot oyunlarını deneyimlemek için bettilt giriş sayfasına giriş yapılmalı.

Semangat Gotong Royong Personil TNI dan Warga Berhasil Selesaikan Pembuatan Senderan di Lokasi TMMD ke 120 Kodim 1626/Bangli

Bangli – Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-120 TA 2024 yang berlangsung di Desa Tiga, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli telah mencapai salah satu pencapaian utamanya. Senderan atau dinding penahan tanah (DPT) yang menjadi salah satu sasaran fisik utama dalam program ini, telah selesai dikerjakan oleh Satgas TMMD ke 120 Kodim 1626/Bangli bersama warga masyarakat Desa Tiga.

TMMD merupakan program terpadu antara TNI dan pemerintah daerah yang bertujuan untuk mempercepat pembangunan di daerah-daerah pedesaan. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan ekonomi.

Pembuatan senderan/DPT yang merupakan salah satu sasaran utama dalam TMMD ke 120 Kodim 1626/Bangli tersebut bertujuan untuk mengatasi masalah longsor yang sering terjadi di wilayah tersebut. Dinding penahan tanah ini diharapkan dapat memberikan perlindungan untuk jalan yang dibangun dalam kegiatan TMMD tersebut, sehingga aktivitas warga masyarakat sehari-hari bisa berjalan aman.

Komandan Satgas TMMD ke 120 Kodim 1626/Bangli, Letkol Kav I Ketut Artha Negara, S.H., M.I.P menyampaikan bahwa partisipasi warga sangat penting dalam menyelesaikan pekerjaan ini. “Kami sangat mengapresiasi semangat gotong-royong warga Desa Tiga. Tanpa bantuan dan dukungan mereka, mungkin pekerjaan ini tidak akan selesai secepat ini,” ujar beliau.

Pengerjaan senderan melibatkan personel TNI dari berbagai satuan yang tergabung dalam satgas TMMD Kodim 1626/Bangli, serta ratusan warga yang secara sukarela bergotong-royong setiap harinya. Kerja sama ini tidak hanya mempercepat proses pengerjaan, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan kemanunggalan antara TNI dan masyarakat.

Dari awal pengerjaan pembuatan senderan tersebut, personil satgas TMMD dan warga bergotong royong bahu-membahu mulai dari penggalian dan pembuatan fondasi untuk memastikan stabilitas dan ketahanan dinding penahan tanah tersebut. Setelah fondasi selesai, pemasangan batu dan pengecoran beton dilakukan. Material yang digunakan dipilih dengan cermat untuk memastikan kualitas dan ketahanan senderan terhadap cuaca dan tekanan tanah.

Selesainya pekerjaan senderan ini membawa dampak positif bagi masyarakat. Dengan adanya senderan tersebut, risiko tanah longsor dapat diminimalkan. Hal ini sangat penting untuk keselamatan warga. Senderan yang kokoh memberikan rasa aman bagi warga, terutama saat musim hujan. Mereka tidak lagi khawatir akan terjadinya longsor yang dapat merusak jalan yang telah dibangun.
Selain pembangunan senderan tersebut beberapa sasaran fisik dan non-fisik lainnya yang akan terus dikerjakan. Komandan Satgas TMMD menyampaikan bahwa pihaknya akan terus bekerja sama dengan pemerintah daerah dan warga untuk menyelesaikan seluruh sasaran fisik yang telah direncanakan.

“Kami berharap, hasil dari kegiatan TMMD ke 120 Kodim 1626/Bangli ini dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Tidak hanya dalam bentuk infrastruktur yang lebih baik, tetapi juga peningkatan kualitas hidup secara keseluruhan. Kami juga berharap semangat gotong-royong dan kerja sama ini terus terjaga, bahkan setelah TMMD ini selesai,” ujar Letkol Kav I Ketut Artha Negara.

Selain senderan, beberapa sasaran fisik lain menjadi fokus TMMD ke-120 antara lain perkerasan jalan rehab RTLH, rehab tempat ibadah pura serta kegiatan non fisik berupa penyuluhan dan sosialisasi terus dikerjakan.

TMMD Ke 120 Kodim 1626/Bangli Tingkatkan Infrastruktur, Jalan Diperkeras dan Dicor untuk Kesejahteraan Masyarakat

Bangli – Salah satu sasaran fisik utama dari kegiatan TMMD ke 120 Kodim 1626/Bangli adalah perkerasan dan pengaspalan jalan sepanjang 1,5 kilometer yang menghubungkan Desa Tiga Kecamatan Susut dan Desa Kayubihi Kecamatan Bangli. Selain diperkeras dengan pengaspalan, jalan yang telah dibuat tersebut pinggiran jalannya dicor untuk memperkuatnya dari gerusan air. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menciptakan akses jalan yang lebih baik dan tahan lama bagi masyarakat.

Dalam beberapa minggu terakhir, kegiatan TMMD ke 120 Kodim 1626/Bangli fokus pada perbaikan dan peningkatan infrastruktur jalan di Desa Tiga, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli. Kegiatan ini mencakup perkerasan jalan yang menjadi jalur vital bagi warga sekitar. Tidak hanya sekedar diperkeras dan diaspal, pinggiran jalan juga dicor untuk memastikan daya tahan jalan terhadap erosi dan kerusakan akibat aliran air, terutama saat musim hujan.

Komandan Kodim 1626/Bangli, Letkol Kav I Ketut Artha Negara, S.H., M.I.P selaku Dansatgas TMMD ke 120 Kodim 1626/Bangli menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan TMMD dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan. “Kita menyadari pentingnya infrastruktur jalan yang baik bagi kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, perkerasan jalan ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang,” ujarnya.

Salah satu langkah inovatif dalam kegiatan ini adalah pengecoran pinggiran jalan. Teknik ini memiliki beberapa manfaat, Pengecoran pinggiran jalan membantu mengurangi risiko erosi tanah yang disebabkan oleh aliran air terutama di daerah Bangli yang sering mengalami hujan deras. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas dan keawetan jalan yang baru diaspal.

Dengan pengecoran, pinggiran jalan menjadi lebih kokoh dan tahan terhadap tekanan dari kendaraan yang melintas. Ini memastikan bahwa jalan tetap dalam kondisi baik untuk waktu yang lebih lama. Jalan yang diperkeras dan dicor pinggirannya akan lebih aman bagi pengguna jalan. Pengguna jalan tidak perlu khawatir akan adanya lubang atau kerusakan di pinggir jalan yang dapat menyebabkan kecelakaan.

Kegiatan TMMD ke 120 Kodim 1626/Bangli tidak hanya melibatkan anggota TNI tetapi juga partisipasi aktif masyarakat setempat. Warga Desa Tiga turut serta dalam berbagai tahap pengerjaan sasaran fisik TMMD.

Antusiasme masyarakat terlihat jelas selama pelaksanaan kegiatan TMMD. Setiap hari, puluhan warga secara bergantian membantu para prajurit TNI dalam proses perkerasan dan pengecoran. Kebersamaan ini memperkuat kemanunggalan antara TNI dan rakyat.

Perbaikan infrastruktur jalan melalui program TMMD diharapkan membawa dampak positif baik secara ekonomi maupun sosial. Dengan adanya jalan yang lebih baik, akses transportasi menjadi lebih lancar, memudahkan mobilitas warga dalam beraktivitas sehari-hari. Hal ini juga berpotensi meningkatkan perekonomian lokal, karena distribusi barang dan jasa menjadi lebih efisien.

Proses pengerjaan jalan dimulai dengan tahap persiapan yang meliputi pembersihan area dan perataan tanah. Selanjutnya, dilakukan perkerasan dengan material berkualitas tinggi yang memastikan kekuatan dan ketahanan jalan. Setelah proses pengaspalan selesai, pinggiran jalan dicor dengan campuran beton yang dirancang khusus untuk menahan tekanan dan aliran air.

Kegiatan ini dikerjakan dengan memperhatikan standar teknis yang ketat dan menggunakan peralatan modern. Seluruh tahapan diawasi secara langsung oleh tim teknis dari TNI dan dinas terkait untuk memastikan kualitas hasil pekerjaan.

Jelang Upacara “Piodalan” Babinsa Bersama Sekaa Teruna Teruni (STT) Gotong Royong Pembersihan Areal Pura dan Balai Banjar

Bangli – Bentuk kepedulian Babinsa selaku aparat teritorial terhadap Desa binaannya, senantiasa terus dituntut untuk berpartisipasi dan ikut andil dalam setiap kegiatan di lingkungan masyarakat.

Nampak terlihat dengan jelas Babinsa Koramil 01/Bangli, Koramil 1626/Bangli, Serma I Wayan Sujana bersama sama dengan Sekaa Teruna Teruni (STT) Desa Adat Kubu melaksanakan gotong-royong membersihkan areal jaba pura puseh kubu dan balai banjar desa adat kubu yang bertempat di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli. Selasa (28/5/2024).

Serma I Wayan Sujana menerangkan bahwa kegiatan gotong-royong kali ini bersama Sekaa Teruna Teruni (STT) Desa Adat Kubu merupakan rangkaian persiapan Upacara Keagamaan Piodalan di Pura Puseh Desa Adat Kubu. Dimana dengan hadirnya Babinsa ditengah-tengah mereka, Masyarakat semakin bersemangat dalam melaksanakan gotong-royong membersihkan areal pura dan banjar mereka tersebut dan juga sebagai wujud untuk memberikan rasa nyaman dan menciptakan lingkungan yang sehat menjelang Upacara Piodalan.

“Selaku Babinsa dituntut harus proaktif untuk membantu kesulitan warga di wilayah binaan. Oleh karena itu, kami turun langsung ikut meringankan beban warga binaan dan gotong royong ini merupakan wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai wahana untuk menjalin komunikasi sosial dalam pembinaan teritorial,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan suatu tanggung jawab Babinsa dalam memelihara kekompakan dan kebersamaan dengan warga binaannya, maka setiap kegiatan yang ada di desa, Babinsa selalu hadir, tidak hanya gotong-royong, di kegiatan-kegiatan lain Babinsa juga hadir didalamnya.

“Hadirnya Babinsa di tengah-tengah warga, sebagai sarana untuk mempererat kekompakan dengan seluruh elemen masyarakat binaan,” pungkasnya.

Ditempat terpisah, Komandan Kodim 1626/Bangli, Letkol Kav I Ketut Artha Negara, S.H.,M.I.P mengatakan, membantu kesulitan warga binaan sudah menjadi tanggung jawab aparat teritorial, apalagi menjadi seorang Babinsa selalu berada di wilayah binaannya. Hal itu dilakukan tentunya, jika di wilayahnya ada kegiatan kemasyarakatan.

“Semua anggota diminta untuk proaktif terlibat dalam berbagai kegiatan di tengah-tengah masyarakat, guna membantu dan meringankan beban masyarakat. Ini merupakan salah satu bagian dari tugas pokok kami,” pungkasnya.

Babinsa Koramil 02/Susut Hadiri Rakor Lokakarya Mini Lintas Sektoral

Bangli – Pelda I Putu Budi Utama mewakili Danramil 02/Susut  Kodim 1626/Bangli  bersama Muspika Susut menghadiri Rakor Lokakarya mini Lintas Sektoral di Ruang Rapat Puskesmas Susut 1 Kecamatan Susut Kabupaten Bangli , (28/5/2024)

Rapat yang diselenggarakan tersebut bertujuan untuk menjalin kerja sama yang baik guna terjalin koordinasi yang maksimal antar instansi pemerintahan Kecamatan Susut dalam pengentasan Kemiskinan dan Stanting serta peningkatan kesehatan di wilayah kecamatan susut.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Kadiskes Kabupaten Bangli diwakili, Sekcam Susut, Danramil Susut diwakili Pelda I Putu Budi Utama, Kapolsek Susut diwakili , KA Puskesmas Susut 1 dr. Ni Nyoman Kurniawati, Kades dari Lima desa yaitu desa Susut,Desa Tiga Desa Penglumbaran, Desa Selat dan Desa Pengiangan, Ketua TP PKK Kecamatan Susut, Bidan Desa puskesmas Susut 1.

Komandan Kodim 1626/Bangli Letkol Kav I Ketut Artha Negara S.H.,M.I.P. melalui Babinsa Pelda I Putu Budi Utama menyampaikan TNI dalam hal ini selalu bersinergi dengan Pemerintah Kecamatan Susut dalam menjalankan tugas guna meningkatkan keharmonisan dan mendukung, berpartisipasi aktif dalam Pencegahan dan Penanggulangan Stunting kami TNI sangat mendukung untuk mengurangi dan pencegahan Stunting di Kecamatan Susut.

Kami “Bersama tiga pilar selalu akan bersinergi dan mendukung program- program yang ada di pemerintah Kecamatan Susut seperti salah satu contoh program pengentasan Kemiskinan, Program kesehatan pada pendataan Stunting di wilayah,” ungkapnya “

Dalam mengikuti Rapat koordinasi lintas sektoral, dalam hal ini Babinsa berharap semoga hubungan dan kerjasama antar instansi pemerintahan wilayah Kecamatan Susut akan terjalin lebih baik sehingga dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada warga masyarakat, serta menyampaikan pesan-pesan kamtibmas dan selalu meningkatkan disiplin dalam melaksanakan tugas dimanapun kita berada.

Babinsa Koramil 03/Tembuku Hadiri Rapat lintas sektoral Triwulan II di UPT Puskesmas Tembuku I

Bangli – Bertempat di ruang pertemuan UPT Puskesmas Tembuku I Kecamatan Tembuku Kabupaten Bangli Babinsa Desa Bangbang Koramil 03/Tembuku Kodim 1626/Bangli Pelda Kadek Widiarta mewakili Danramil yang berhalangan hadir menghadiri undangan rapat koordinasi lintas sektoral Triwulan II TA. 2024 di UPTD Puskesmas Tembuku I.senin sore (27/05/2024)

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kadiskes Kab. Bangli diwakili sekretaris (dr. Anak Agung Tri Wulantari, M.Si), Camat Tembuku (I Putu Sumardiana, S.STP., MA), Kepala UPTD Puskesmas Tembuku I (I Putu Oka Pertma, S.KM) beserta para staf, Kapolsek Tembuku diwakili Aiptu I Wayan Mariana, Danramil 1626-03/Tembuku diwakili Babinsa Desa Bangbang (Pelda Kadek Widiarta), Pegawai UPTD Tembuku I, Bidan Desa serta undangan lainnya jumlah yang hadir keseluruhan sekitar 40 orang.

Adapun pembahasan dalam rapat koordinasi yaitu evaluasi kinerja penanganan kesehatan selama triwulan I TA. 2024, penurunan stunting,
pencegahan deman berdarah serta cara pencegahannya, cakupan imunisasi, pencegahan penyakit menular dan penyakit tidak menular serta intregrasi layanan kesehatan primer sehingga kedepan diharapkan peningkatan pelayanan dibidang kesehatan semakin profesional

Dalam kegiatannya, Babinsa Pelda Kadek Widiarta mengatakan bahwa kegiatan rapat Lintas Sektor ini merupakan upaya untuk menghimbau masyarakat untuk lebih meningkatkan kesadaran akan betapa pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin serta meningkatkan kapasitas kader posyandu dan posbindu.

“Sebagai Babinsa tentunya sangat mendukung upaya dalam meningkatkan Kesehatan Masyarakat dengan melakukan penyuluhan yang melibatkan Puskesmas, kader posyandu, tim penggerak PKK desa,” ungkap babinsa.

Kepala UPTD Puskesmas Tembuku I (I Putu Oka Pertma, S.KM) menyampaikan dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerjasama lintas sektoral di puskesmas Tembuku I ini yang sudah berjalan dengan baik selama ini.

“Semoga dengan rapat lintas sektoral bidang kesehatan ini, serta dengan penguatan sinergitas peran lintas sektoral dalam mewujudkan kesehatan secara mandiri dapat dicapai,” pungkasnya

Secara terpisah, Dandim 1626/Bangli Letkol Kav I Ketut Artha Negara,S.H.,M.I.P. mengatakan
Rapat lintas sektor bertujuan untuk menjalin komunikasi dan koordinasi, serta menjaring aspirasi, masukkan, meningkatkan pelayanan yang lebih baik serta memberikan pemahaman kepada Masyarakat tentang pentingnya kesehatan.

“Selain itu, Dengan rapat lintas sektor dapat kita mengetahui evaluasi capaian sosialisasi program puskesmas, kendala dan permasalahan kesehatan”ungkap Dandim